Rabah Madjer merupakan mantan penyerang profesional asal Aljazair yang lahir pada 15 Desember 1958 di Algiers. Namanya mulai dikenal luas di kancah sepak bola internasional berkat penampilan gemilangnya bersama klub raksasa Portugal, FC Porto, sepanjang dekade 1980-an.
Selama enam tahun memperkuat Porto, Madjer sukses mempersembahkan sembilan gelar utama termasuk tiga trofi liga domestik serta gelar juara Piala Eropa pada tahun 1987. Kontribusi terbesarnya terjadi pada laga final melawan Bayern Munich ketika ia mencetak gol penyama kedudukan yang ikonik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKarier internasional pemain berdarah Kabyle ini juga mencatat sejarah penting bagi tim nasional Aljazair. Ia tampil dalam dua edisi Piala Dunia, termasuk membawa negaranya mencatatkan debut bersejarah di panggung akbar tersebut pada tahun 1982.
Selain sukses sebagai pemain, Madjer kemudian melanjutkan kariernya di dunia kepelatihan dengan menukangi sejumlah klub serta beberapa kali memegang kendali tim nasional Aljazair. Kiprah panjangnya membuat dirinya diakui sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki benua Afrika.
Perjalanan Karier Cemerlang dan Warisan Sang Legenda
Sebelum merajai kompetisi Eropa, Madjer mengawali langkah profesionalnya di klub lokal NA Hussein Dey sebelum melanjutkan petualangannya ke Prancis bersama Racing Club de France dan Tours FC. Penampilan tajamnya memikat manajemen Porto untuk merekrutnya pada musim 1985-1986.
Gol tumit yang dicetaknya ke gawang Bayern Munich di final Piala Eropa 1987 mendapat pujian dari legenda sepak bola dunia Pele sebagai salah satu gol terindah yang pernah disaksikan. Selepas masa kejayaannya di Eropa, ia sempat memperkuat beberapa klub lain sebelum gantung sepatu pada tahun 1992.
Di level tim nasional, Madjer memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak Aljazair serta sukses menjuarai Piala Afrika pada tahun 1990 sebagai tuan rumah. Pengabdiannya di luar lapangan juga diakui dunia ketika ia diangkat sebagai Duta Goodwill UNESCO pada tahun 2011.
Keluarga sang legenda turut mewarisi bakat olahraganya melalui sang putra, Lotfi, yang sempat memperkuat tim nasional Qatar di kelompok usia muda. Hingga kini, nama Rabah Madjer tetap dikenang sebagai ikon besar yang mengharumkan sepak bola Aljazair di tingkat global.