Enzo Maresca memulai petualangan barunya sebagai manajer Manchester City dengan menggantikan sosok legendaris Pep Guardiola yang mundur akhir musim lalu setelah meraih 17 trofi utama. Berdasarkan laporan BBC Sport, pelatih asal Italia tersebut mengaku tidak terbebani bayang-bayang kesuksesan sang pendahulu.
"Setelah 10 pertandingan, jika kami mengumpulkan 10, 20, atau 30 poin, orang-orang akan membandingkannya dengan Pep, itu tidak memberi tekanan pada saya," ujar Maresca kepada media Inggris di Seoul, Korea Selatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelum resmi menandatangani kontrak, Maresca menyempatkan diri menghabiskan waktu bersama Guardiola di Barcelona untuk bertukar pikiran mengenai kultur klub. Selain mempersiapkan taktik tim, pelatih berusia paruh baya ini memanfaatkan masa liburannya selama enam bulan untuk mempelajari teknologi kecerdasan buatan atau AI guna memperluas wawasan.
Dari analisis Kabayan News, langkah Maresca mendalami AI mencerminkan adaptasi modern para pelatih sepak bola papan atas dalam mencari detail marginal kemenangan di kompetisi seketat Liga Inggris. Ia menilai Premier League tetap menjadi kompetisi terbaik di dunia berkat kualitas pemain serta organisasi yang matang, meski kini diwarnai tren peningkatan dominasi situasi bola mati.
Terkait persiapan skuad menghadapi musim baru, Maresca dihadapkan pada sejumlah keputusan penting termasuk penunjukkan kapten baru menyusul kepergian Bernardo Silva. Ia menyebut kelompok kepemimpinan tim saat ini diisi oleh Ruben Dias, Erling Haaland, dan Rodri yang sempat menjadi incaran klub Spanyol.
Menyongsong laga Community Shield melawan Arsenal, Maresca menegaskan kesiapannya membawa Manchester City mempertahankan standar tinggi. Dukungan staf pelatih yang solid serta kedekatan dengan para pemain muda menjadi modal utama dalam mengarungi ketatnya persidangan sepak bola Inggris musim ini.