Myles Lewis-Skelly memicu ketegangan di balik layar Arsenal menyusul rumor transfer yang menghubungkannya dengan klub rival Premier League seperti Manchester United dan Chelsea. Gelandang berusia 19 tahun tersebut tetap menjadi pemain kunci di skuad asuhan Mikel Arteta, namun spekulasi kepindahannya terus memanas.
Sikap resmi manajemen Arsenal menegaskan keinginan mempertahankan produk akademi andalan mereka di Emirates Stadium. Kendati demikian, berbagai pertanyaan mulai muncul setelah kubu sang pemain dikabarkan terus membuka peluang komunikasi dengan klub lain.
Mantan kepala pemandu bakat Manchester United, Mick Brown, mengungkapkan bahwa agen Lewis-Skelly terus menggulirkan wacana kepindahan ke klub rival. Situasi ini dinilai tidak akan berdampak baik bagi keharmonisan internal tim Meriam London.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePadahal, pemain muda berbakat tersebut baru saja meneken kontrak baru pada musim panas lalu yang mengikatnya di London Utara hingga 2030. Namun, gelagat dari pihak sang pemain justru menimbulkan spekulasi adanya permintaan kontrak baru atau upaya memancing ketertarikan klub lain.
Manchester United dan Chelsea Pantau Situasi Lewis-Skelly
Klub-klub raksasa seperti Manchester United dan Chelsea kini berada dalam posisi siaga untuk memantau perkembangan masa depan Myles Lewis-Skelly. Jika spekulasi ketersediaannya terus berlanjut, kedua klub tersebut diprediksi bakal melayangkan tawaran resmi untuk menguji keteguhan Arsenal.
Mick Brown menyatakan bahwa Arsenal sama sekali tidak memiliki rencana untuk menjual sang gelandang karena Mikel Arteta menilainya sebagai figur krusial dalam rencana tim musim ini. Kepercayaan sang manajer dibuktikan lewat penampilan pemain bernomor punggung muda tersebut yang tampil sebagai starter dalam 2 laga terakhir di final Liga Champions dan Community Shield.
Namun, situasi menjadi rumit ketika rumor kepindahan tidak kunjung mereda di tengah dukungan penuh yang diberikan klub. "Ketika klub berupaya mendukung pemain dan menempatkannya dalam rencana inti, tetapi pemain justru terus dikaitkan dengan pintu keluar, hal itu menciptakan ketegangan," ujar Brown.
Di sisi lain, Manchester United disebut sempat menjadi tim terdepan dalam bursa transfer, meski mereka juga tengah fokus merampungkan kesepakatan transfer Carlos Baleba dari Brighton. Sementara itu, Chelsea berpotensi mengubah sikap andai ada pemain lini tengah yang hengkang dari Stamford Bridge sebelum bursa transfer ditutup.