Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Kilas Balik Final Piala UEFA 1998,...
OLAHRAGA

Kilas Balik Final Piala UEFA 1998, Derbi Italia di Paris

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 13 Agustus 2026
Suasana stadion Parc des Princes saat final Piala UEFA 1998

Suasana stadion Parc des Princes saat final Piala UEFA 1998

Final Piala UEFA 1998 mencatatkan sejarah baru sebagai partai puncak pertama kompetisi tersebut yang dilangsungkan dalam format satu pertandingan tunggal di tempat netral. Stadion Parc des Princes di Paris, Prancis, dipilih menjadi saksi bisu pertarungan akbar perebutan trofi kasta kedua antarklub Eropa pada 6 Mei 1998.

Pertandingan pemungkas musim 1997-1998 ini mempertemukan dua raksasa sepak bola asal Italia yakni Lazio dan Internazionale atau yang lebih dikenal sebagai Inter Milan. Laga tersebut sekaligus menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya final Piala UEFA mempertemukan sesama tim asal Negeri Piza.

Bagi Inter Milan, mencapai partai puncak menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan dominan di kancah sepak bola Eropa pada era tersebut. Klub berjuluk Nerazzurri ini sebelumnya sudah pernah mengoleksi dua gelar Liga Champions serta dua trofi Piala UEFA pada tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, laga ini menjadi pengalaman perdana bagi Lazio tampil di panggung final kompetisi antarklub Eropa. Pasukan ibu kota Italia tersebut berhak melaju ke turnamen Eropa setelah finis di peringkat keempat klasemen akhir Serie A musim kompetisi 1996-1997.

Inter Milan Pastikan Gelar Juara Ketiga

Inter milan

Inter Milan tampil superior sepanjang pertandingan dan berhasil membungkam perlawanan Lazio dengan skor meyakinkan 3-0 tanpa balas. Kemenangan gemilang tersebut memastikan Nerazzurri merengkuh trofi Piala UEFA untuk ketiga kalinya sepanjang sejarah klub.

Perjalanan Inter menuju partai final tidak ditempuh dengan mudah karena mereka harus melewati adangan sejumlah klub kuat Eropa seperti Neuchatel Xamax, Lyon, Strasbourg, Schalke 04, hingga Spartak Moscow. Mental bertanding yang kuat membuat mereka mampu membalikkan keadaan di beberapa fase gugur sebelumnya.

Di sisi lain, Lazio harus puas keluar sebagai runner-up meskipun tampil impresif sejak babak pertama penyisihan dengan menyingkirkan Vitória de Guimarães, Rotor Volgograd, Rapid Wien, Auxerre, serta Atlético Madrid. Penampilan solid lini pertahanan klub ibu kota tersebut terhenti di tangan efektivitas lini serang Inter.

Gelar juara tahun 1998 tersebut mensejajarkan rekor perolehan trofi Piala UEFA milik Inter Milan dengan Juventus pada masa itu. Penampilan gemilang para bintang lapangan hijau dalam laga malam itu juga meninggalkan kenangan manis bagi para pecinta sepak bola dunia.

Topics
piala uefa 1998 inter milan lazio sepak bola italia parc des princes ronaldo sejarah bola olahraga
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.