Enrico Annoni mengawali petualangannya di Liga Skotlandia setelah didatangkan oleh Celtic dengan nilai transfer sebesar 250 ribu poundsterling dari klub Serie A Torino pada Februari 1997. Kehadiran pemain berusia 30 tahun tersebut diharapkan mampu memperkokoh lini pertahanan skuad asuhan pelatih Tommy Burns dalam persaingan ketat kompetisi domestik.
Pemain bertahan yang mendapat julukan Tarzan dari para pendukung AS Roma ini langsung mencatatkan debut manis dalam kemenangan 2-0 atas Hearts di kandang sendiri. Penampilan lugas dan tanpa kompromi membuat Annoni dengan cepat bertransformasi menjadi sosok kultus serta pahlawan kesayangan bagi publik pendukung Celtic di Parkhead.
Peran krusial Annoni terlihat nyata ketika ia tampil gemilang mematikan pergerakan penyerang utama Rangers, Brian Laudrup, dalam kemenangan 2-0 di laga Tahun Baru di bawah arahan pelatih Wim Jansen. Kontribusi konsisten dari sang bek berpengalaman turut mengantar Celtic meraih gelar juara liga musim tersebut untuk menghentikan ambisi rival abadi mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMemasuki musim-musim berikutnya, posisi Annoni mulai tergeser seiring pergantian kursi manajer klub mulai dari Jozef Venglos hingga era kepelatihan John Barnes pada 1999. Keputusan manajemen untuk menyelesaikan sisa kontrak setahun penuh akhirnya membulatkan tekad Annoni untuk gantung sepatu dari dunia sepak bola profesional pada usia 33 tahun.
Perjalanan Karier Enrico Annoni Bersama Celtic FC
Perjalanan karier Enrico Annoni di Skotlandia mencakup total 3 tahun penuh pengabdian bersama klub raksasa Glasgow tersebut sejak kedatangannya dari Italia pada awal tahun 1997. Pengalaman bermain di Serie A bersama klub seperti Como dan Torino membentuk karakter permainannya yang tangguh di lini belakang.
Selain sukses mengamankan gelar juara liga, Annoni juga turut berpartisipasi membawa Celtic menundukkan Dundee United dengan skor 3-0 dalam partai final Coca-Cola Cup pada musim tersebut. Kesetiaan dan etos kerjanya di atas lapangan membuat ia selalu dikenang sebagai salah satu pemain asing paling ikonik dalam sejarah klub.
Meskipun lebih sering menjadi pahlawan tanpa tanda jasa yang menghindari sorotan media, kontribusi Annoni di lini pertahanan terbukti sangat vital bagi stabilitas tim. Kemampuannya beroperasi sebagai bek kanan maupun bek tengah memberikan fleksibilitas taktis yang sangat dibutuhkan oleh para juru taktik Celtic pada masanya.
Kini, kisah pengabdian Enrico Annoni tetap menjadi bagian penting dari sejarah panjang perjalanan klub dalam menghadapi berbagai persaingan sengit di kasta tertinggi sepak bola Skotlandia.