Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Kisah Timnas Angola, Debat Manis...
OLAHRAGA

Kisah Timnas Angola, Debat Manis Piala Dunia 2006 hingga AFCON

By Dewi Lestari • 2 min read • 13 Agustus 2026
Skuad Timnas sepak bola Angola saat berlaga di kompetisi internasional

Skuad Timnas sepak bola Angola saat berlaga di kompetisi internasional

Timnas Angola menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola benua Afrika setelah sukses mencatatkan penampilan perdana dan satu-satunya di ajang Piala Dunia pada tahun 2006 silam. Dikenal dengan julukan Palancas Negras, skuad kebanggaan masyarakat Angolan ini berada di bawah naungan Federasi Sepak Bola Angola serta aktif berkompetisi di bawah naungan FIFA dan CAF.

Perjuangan menuju piala dunia di Jerman tersebut dipenuhi drama menegangkan di babak kualifikasi, di mana tim asuhan pelatih Oliveira Gonçalves berhasil mengungguli negara-negara kuat lainnya di grup. Gol krusial dari sang kapten Akwá saat menghadapi Rwanda di Kigali memastikan langkah bersejarah timnas melaju ke panggung sepak bola akbar sejagat.

Pada turnamen utama di Jerman, Palancas Negras tampil kompetitif meski tergabung di Grup D bersama Portugal, Meksiko, dan Iran. Pertandingan perdana menghadapi Portugal menyita perhatian dunia karena kedekatan historis kedua negara, sementara penampilan gemilang penjaga gawang João Ricardo sukses menahan imbang Meksiko tanpa gol.

Selain kejayaan di Piala Dunia, timnas berjuluk Diabos Vermelhos ini juga beberapa kali tampil impresif di ajang Africa Cup of Nations atau AFCON serta meraih beberapa trofi regional COSAFA Cup. Hingga kini, regenerasi pemain terus digalakkan demi membawa kembali masa kejayaan sepak bola nasional di kancah internasional.

Topics
timnas angola piala dunia 2006 afcon sepak bola palancas negras olahraga afrika profil tim
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.