Ajang olahraga bergengsi Media Maraton de Buenos Aires yang berlangsung di Palermo menyita perhatian publik berkat kehadiran seorang peserta berpenampilan unik. Yoel Levy, seorang pelari dan pelatih kebugaran berusia 26 tahun, memutuskan untuk turun ke lintasan sejauh 21 kilometer dengan mengenakan kostum lengkap pahlawan super Batman.
Berdasarkan laporan media La Nacion, aksi tersebut bukan sekadar trik untuk mencari perhatian, melainkan sebuah bentuk penghormatan mendalam. Yoel mendedikasikan larinya untuk mengenang keluarga Bibas-Silberman, terutama dua bocah laki-laki bernama Ariel dan Kfir yang menjadi korban tragedi di Israel.
Penggunaan kostum Batman ini berawal dari kisah menyentuh ketika Yoel melihat foto Ariel, bocah berusia empat tahun yang sangat mengidolakan karakter tersebut. Setelah Ariel, adiknya Kfir yang berusia sembilan bulan, serta ibu mereka Shiri tewas dalam konflik, Yoel tergerak untuk menjadikan hobinya sebagai sarana kampanye kemanusiaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKota Buenos Aires sendiri memiliki arti historis dan emosional yang sangat kuat bagi Yoel dalam misi ini. Yosi Silberman, kakek dari Ariel dan Kfir sekaligus ayah dari Shiri, merupakan seorang imigran asal Argentina sebelum pindah ke Israel dan juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Dalam wawancaranya, Yoel menjelaskan bahwa pesan yang ia bawa bersifat universal melintasi batasan politik maupun agama. "Ini tentang kemanusiaan dan ingatan, agar nama-nama mereka tidak dilupakan oleh dunia," ungkapnya mengutip laporan media setempat.
Melalui setiap langkah di berbagai maraton dunia seperti di London, Sydney, hingga New York, Yoel berharap rasa penasaran orang-orang terhadap kostumnya dapat membuka ruang dialog. Dengan begitu, kisah keluarga Bibas akan terus hidup di hati masyarakat global.