Proses transfer Carlos Baleba dari Brighton ke Manchester United diprediksi bakal segera rampung dalam waktu dekat seiring penurunan valuasi harga sang pemain. Setan Merah mendapatkan peluang emas mendatangkan gelandang asal Kamerun tersebut dengan banderol jauh lebih murah dari harga permintaan sebelumnya.
Berdasarkan laporan Daily Mail, Brighton kini bersedia melepas pemain berusia 22 tahun tersebut dengan kisaran harga 60 juta poundsterling atau sekitar 70 juta euro. Angka tersebut merosot tajam dibandingkan musim lalu ketika klub berjuluk The Seagulls mematok harga lebih dari 100 juta poundsterling atau sekitar 117 juta euro bagi peminat sang gelandang.
Sebelumnya, manajemen Old Trafford sempat kesulitan menebus target utama seperti Elliot Anderson, Sandro Tonali, dan Bruno Guimaraes karena terkendala harga tinggi. Pendekatan sabar yang diterapkan klub akhirnya membuahkan hasil manis ketika Brighton melunak dalam urusan nominal transfer.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun demikian, Manchester United harus bergerak cepat menghadapi persaingan ketat di bursa transfer. Newcastle United dilaporkan turut meminati jasa sang pemain untuk dijadikan pengganti sepadan bagi Bruno Guimaraes di lini tengah.
Dari analisis Kabayan News, kehadiran Carlos Baleba bakal menutupi kekurangan fisik dan mobilitas di lini tengah Setan Merah. Kapasitas menjangkau area lapangan dengan kecepatan tinggi menjadi atribut penting yang belum sepenuhnya dimiliki oleh Youri Tielemans, Andrey Santos, maupun Kobbie Mainoo.
Pelatih Michael Carrick diyakini memegang peran krusial dalam mengembalikan performa terbaik sang gelandang muda. Pengalaman panjang Carrick sebagai gelandang legendaris diharapkan mampu memoles potensi maksimal Carlos Baleba untuk mendongkrak performa lini tengah Manchester United sepanjang musim kompetisi.
Nilai pasar pemain saat ini berada di angka 53,5 juta euro, masih di bawah valuasi puncaknya sebesar 70,2 juta euro yang tercatat pada awal tahun ini. Penurunan nilai tersebut mencerminkan performa kurang konsisten musim lalu, tetapi manajemen klub melihat situasi ini sebagai peluang investasi menguntungkan.