Pelatih Celtic Martin O Neill dengan tegas menyarankan manajemen klubnya agar menolak tawaran 300 tiket tandang dari Rangers untuk pertandingan perempat final Premier League Sports Cup yang akan berlangsung di Stadion Ibrox pada 13 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keputusan tuan rumah yang hanya memberikan alokasi tiket dalam jumlah sangat minim bagi pendukung skuad berjuluk The Hoops tersebut dalam laga sarat gengsi di kandang lawan.
"We might as well not get any. That’s a shame. But very obviously, if they’re going to give us 300 tickets, I would rather say no. And we’ll give them one," ujar Martin O Neill seperti dilaporkan oleh media setempat mengenai ketidakpuasannya terhadap pembatasan kuota penonton.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSikap tegas pelatih berpengalaman itu muncul setelah timnya sukses mengamankan kemenangan 2-1 atas Falkirk lewat dua gol dari penyerang Camilo Duran untuk mempertahankan catatan 100 persen kemenangan di awal musim liga.
Apresiasi Martin O Neill untuk Suporter Setia Celtic
Meski demikian, O Neill mengaku belum mengetahui secara pasti apakah manajemen klub di Parkhead akan sepenuhnya mengikuti saran untuk memboikot alokasi tiket tandang yang dinilai sangat minim tersebut.
Di tengah polemik alokasi tiket tandang yang memanaskan atmosfer sepak bola Skotlandia, Martin O Neill tetap melayangkan apresiasi tinggi kepada para pendukung setia Celtic yang hadir memberikan dukungan.
Dukungan moral tersebut diberikan oleh para suporter saat menyambut kedatangan skuad di stadion jelang laga kandang, hanya berselang empat hari setelah tersingkirnya tim dari ajang Liga Champions di Austria.
"As we got off the bus, the crowd actually cheered us, which was unexpected and something that we probably didn’t deserve. I was really pleased as it has been a tough four days," ungkap pelatih berusia kepala tujuh tersebut dengan penuh rasa syukur.
Sambutan positif dari tribun penonton dinilai mampu mengangkat kembali mentalitas para pemain setelah melalui pekan yang berat di kancah kompetisi Eropa.
Kini, fokus utama Celtic beralih pada persiapan taktik menghadapi jadwal padat di kompetisi domestik demi mempertahankan tren positif sepanjang musim berjalan.