Esports, singkatan dari electronic sports, merupakan bentuk kompetisi yang memanfaatkan video game sebagai medianya. Berbeda dengan sekadar bermain game santai, esports melibatkan pertandingan terorganisasi antar pemain profesional, baik secara individu maupun tim. Fenomena ini berkembang pesat sejak akhir 2000-an berkat platform streaming online seperti YouTube dan Twitch yang memungkinkan jutaan penggemar menyaksikan aksi para gamer terbaik dunia secara langsung.
Kawasan Asia Timur, khususnya China dan Korea Selatan, menjadi pionir dalam menjadikan esports sebagai industri serius. Korea Selatan bahkan telah melisensikan pemain profesional sejak tahun 2000. Sementara itu, Jepang justru tertinggal karena undang-undang anti-judi yang melarang hadiah uang tunai untuk turnamen profesional. Selain Asia, esports juga populer di Eropa dan Amerika yang rutin menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional bergengsi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBeberapa genre game paling populer dalam esports meliputi multiplayer online battle arena (MOBA), first-person shooter (FPS), fighting games, hingga real-time strategy (RTS). Franchise yang mendominasi kancah internasional antara lain League of Legends, Dota 2, Counter-Strike, Valorant, Overwatch, Street Fighter, dan StarCraft. Turnamen akbar seperti League of Legends World Championship, The International milik Dota 2, serta Evolution Championship Series (EVO) untuk game fighting menjadi magnet bagi jutaan penonton dan sponsor kelas dunia.
Meski popularitasnya meledak, status esports sebagai olahraga resmi masih menjadi perdebatan. Namun, ajang seperti Asian Games telah memasukkan esports sebagai cabang eksibisi bahkan medali. Komite Olimpiade Internasional (IOC) pun mulai melirik dengan merencanakan Olympic Esports Games yang akan digelar pada 2027. Pada 2020, total penonton esports diperkirakan mencapai 454 juta orang dengan pendapatan global lebih dari 1 miliar dolar AS, di mana China menyumbang 35 persen dari total pendapatan tersebut.
Jejak Sejarah Esports, dari Arcade hingga Olimpiade Digital
Perjalanan esports tak lepas dari kritik dan masalah hukum, termasuk isu kesehatan pemain, kecurangan, hingga pengaturan pertandingan. Namun, industri ini terus bertransformasi dengan regulasi yang semakin ketat dan dukungan dari pengembang game besar yang kini aktif mendesain game khusus untuk kompetisi profesional.
Sejarah kompetisi video game tercatat dimulai pada 19 Oktober 1972 di Stanford University melalui turnamen Spacewar! yang dimenangkan oleh Bruce Baumgart. Pada 1974, Sega menggelar All Japan TV Game Championships yang melibatkan 300 lokasi di Jepang dan menawarkan hadiah menarik seperti televisi dan radio. Di Amerika, Gremlin Industries menggaet dua pemain wanita profesional untuk tur promosi game Hustle pada 1977, menandai awal profesionalisme di industri ini.
Era keemasan arcade dimulai dengan peluncuran Space Invaders dari Taito pada 1978 yang mempopulerkan sistem high score. Atari kemudian menggelar Space Invaders Championship pada 1980 yang diikuti lebih dari 10.000 peserta dan dimenangkan oleh Rebecca Heineman. Walter Day mendirikan Twin Galaxies pada tahun yang sama, menjadi organisasi pencatat rekor skor tertinggi yang kemudian bekerja sama dengan Guinness World Records.
Tahun 1980-an juga menyaksikan televisi mulai mengangkat kompetisi game melalui acara Starcade (1982-1984) dan turnamen yang ditampilkan dalam film-film seperti Tron. Di Inggris, BBC menghadirkan First Class dengan putaran kompetitif game arcade. Pada 1990, Nintendo menggelar Nintendo World Championships yang melakukan tur ke seluruh Amerika Serikat dan finalnya di Universal Studios Hollywood.