Klub Mutiara Cardinal Bandung sukses keluar sebagai juara umum pada ajang Kejuaraan Sirkuit Nasional atau Sirnas C Wali Kota Bandung Utama Open 2026. Klub bulu tangkis kenamaan tersebut berhasil mengamankan total tujuh medali emas, tujuh perak, serta tujuh perunggu dari berbagai nomor pertandingan yang diikuti.
Ketua Umum Mutiara Cardinal Tatat Budiman menyatakan rasa syukur atas pencapaian gemilang yang diraih klubnya dalam ajang bergengsi tersebut. Keberhasilan ini menjadi kado istimewa bagi keluarga besar Mutiara Cardinal yang telah berdiri dan bertahan selama hampir enam dekade di kancah bulu tangkis nasional.
Menghadapi perubahan regulasi poin yang mulai diterapkan bulan depan, Mutiara Cardinal menggenjot program latihan intensif bagi para atletnya. Fokus latihan tidak hanya tertumpu pada teknik permainan, melainkan mencakup aspek fisik, kelincahan, kecepatan, hingga kesiapan mental bertanding di lapangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRegenerasi Atlet dan Dukungan untuk Gregoria
Keberhasilan klub ini juga tidak lepas dari rivalitas sehat bersama Taqi Arena yang menempati posisi runner-up dengan raihan enam medali emas. Pesaing tangguh tersebut dinilai memberikan energi positif bagi perkembangan dan kemajuan prestasi bulu tangkis di Jawa Barat.
Mutiara Cardinal terus memfokuskan diri pada pembinaan usia dini untuk memastikan kesinambungan prestasi atlet di masa depan. Klub ini bahkan menyiapkan program khusus bagi sejumlah pemain muda potensial yang diproyeksikan menembus Pelatnas PBSI.
Tatat juga menyinggung kondisi pebulu tangkis nasional Gregoria Mariska Tunjung yang sempat diisukan ingin gantung raket. Ia menilai gaya permainan Gregoria sangat khas dan akan sangat disayangkan jika harus berhenti terlalu dini dari dunia bulu tangkis.
Menurut hasil perbincangannya dengan sang atlet, Gregoria menunjukkan niat untuk kembali bangkit setelah mengetahui regulasi baru sistem 15 poin. Semangat tersebut diharapkan mampu memulihkan performa dan motivasi bertanding peraih medali Olimpiade itu di lapangan.
Evaluasi menyeluruh turut disampaikan terkait pelaksanaan turnamen yang diikuti sekitar 1.400 peserta dengan keterbatasan fasilitas lapangan. Tatat berharap penambahan sarana pada masa mendatang dapat membuat jadwal pertandingan berjalan lebih efektif dan tertata.