Sebagaimana diwartakan oleh media massa, National Rugby League tengah mempertimbangkan untuk mengadopsi format akhir pekan wildcard ala Australian Football League guna mendongkrak minat para penggemar serta menghentikan kebiasaan klub mengistirahatkan pemain bintang pada putaran penutup musim reguler. Konsep yang sempat diangkat oleh Rugby League Central pada tahun 2019 dan sempat tertunda tersebut kembali hangat dibahas menyusul ekspansi jumlah kontestan kompetisi di masa mendatang.
Berdasarkan laporan dari pertemuan rutin klub-klub, Ketua Eksekutif NRL Peter V'landys mengungkapkan bahwa wacana tersebut kini kembali masuk dalam agenda pembahasan resmi. Pihak liga rencananya akan terlebih dahulu mendiskusikan gagasan ini dengan para pemegang hak siar televisi guna mengukur tingkat antusiasme penonton sebelum nantinya menyampaikan umpan balik tersebut kepada pihak klub.
Wacana ini mengemuka setelah putaran terakhir musim reguler tahun ini diwarnai oleh keputusan beberapa tim besar seperti Roosters dan Sharks yang memilih mengistirahatkan belasan pemain kunci mereka karena posisi delapan besar telah terkunci. Situasi ini dinilai mengurangi daya tarik laga penutup, berbeda jauh dengan kesuksesan AFL yang justru meraup jumlah penonton stadion dan pemirsa televisi yang sangat masif berkat penerapan sistem putaran wildcard mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi wacana tersebut, salah satu CEO klub rugby yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan respons positif meski mengakui bahwa konsep ini masih berada pada tahap awal.
"Reaksi pertama saya adalah cukup menarik, dan setelah saya pikirkan lagi, saya sama sekali tidak keberatan dengan hal itu," ujarnya sebagaimana dikutip dari laporan.
Selain membahas format wildcard, pertemuan tersebut juga menyoroti regulasi perekrutan pemain bagi klub baru asal Papua Nugini, PNG Chiefs, yang mendapatkan keistimewaan pajak. Sejumlah klub menyampaikan kekhawatiran terkait potensi distorsi nilai pasar pemain, namun Peter V'landys memastikan bahwa pihak NRL akan tetap menerapkan aturan nilai pasar wajar dalam batasan batas gaji atau salary cap bagi setiap pemain yang bergabung.