Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Skandal Sydney Swans, Pengacara...
OLAHRAGA

Skandal Sydney Swans, Pengacara Ungkap Kondisi Trauma Korban

By Redaksi Kabayan News 3 min read 21 Agustus 2026
Pengacara John Karantzis ungkap kondisi korban skandal Sydney Swans yang mengalami trauma berat akibat perundungan daring.

Pengacara John Karantzis ungkap kondisi korban skandal Sydney Swans yang mengalami trauma berat akibat perundungan daring.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan lima pemain klub AFL, Sydney Swans, memasuki babak baru yang memprihatinkan. Pengacara John Karantzis, yang mewakili dua wanita di pusat skandal tersebut, mengungkapkan bahwa kliennya saat ini tengah berjuang menghadapi dampak psikologis yang serius pasca insiden di Pullman Hotel, Melbourne.

Menurut keterangan Karantzis sebagaimana diwartakan ABC News, kedua wanita yang diketahui berprofesi sebagai entertainer dewasa tersebut mengalami "stres dan kecemasan yang parah". Karantzis menyebut bahwa tekanan tersebut diperburuk oleh aksi perundungan daring atau trolling serta pesan-pesan ancaman yang mereka terima pasca kejadian yang berlangsung pada Senin pagi tersebut.

Lebih lanjut, Karantzis menegaskan bahwa kliennya kini merasa terancam keselamatannya. "Mereka menderita stres dan kecemasan yang parah, dan mereka takut akan nyawa mereka. Mereka telah menerima banyak pesan yang pada intinya mengancam, dan mereka berhak mendapatkan privasi," ujar Karantzis.

Dalam laporan tersebut, muncul fakta baru yang cukup mengejutkan. Pihak pengacara mengeklaim bahwa para wanita tersebut awalnya diberitahu bahwa pria-pria yang berada di kamar hotel adalah tukang kayu. Selain itu, terdapat dugaan bahwa jumlah pria di dalam ruangan lebih banyak daripada lima pemain Sydney Swans yang telah dijatuhi sanksi oleh klub.

Menanggapi isu kehadiran orang lain, sumber internal klub kepada ABC News menyebutkan adanya indikasi hingga empat pria lain yang bukan bagian dari Sydney Swans sempat berada di lokasi pada waktu yang berbeda. Namun, pihak Sydney Swans sebelumnya sempat mengeluarkan pernyataan yang menyanggah keterlibatan pihak lain di luar lima pemain yang kini dinonaktifkan.

Insiden ini memicu respons dari Scarlet Alliance, organisasi puncak bagi pekerja seks dan organisasi terkait. Mereka menekankan bahwa hotel yang dipesan untuk keperluan hiburan dewasa harus dianggap sebagai tempat kerja, di mana standar keamanan dan prinsip persetujuan (consent) harus dijunjung tinggi.

Kepala Eksekutif Scarlet Alliance, Mish Pony, menekankan pentingnya memahami bahwa kontrak untuk layanan tertentu tidak berarti persetujuan untuk segala hal. "Persetujuan itu spesifik dan berkelanjutan. Persetujuan untuk satu tindakan bukanlah persetujuan untuk tindakan lainnya," tegas Pony.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam atas laporan dugaan pelecehan seksual tersebut. Belum ada penangkapan atau dakwaan resmi yang diajukan oleh pihak berwenang terkait insiden yang melibatkan lima pemain, yakni Isaac Heeney, Nick Blakey, Chad Warner, Riley Bice, dan James Jordon tersebut.

Topics
sydney swans afl skandal seksual berita olahraga pelecehan seksual australia kriminal
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.