Papan asli This Is Anfield yang menghiasi terowongan stadion kebanggaan Liverpool FC kini dilelang dengan estimasi harga berkisar antara 10.000 hingga 15.000 poundsterling atau setara dengan Rp200 juta hingga Rp300 juta. Penuturan dari pihak balai lelang Budds menyebutkan bahwa barang bersejarah tersebut akan ditawarkan kepada publik dalam agenda penjualan dua hari pada 8 dan 9 September 2026.
Kalimat ikonik tersebut pertama kali dipasang atas instruksi manajer legendaris Bill Shankly pada tahun 1972 setelah menolak opsi kalimat Welcome To Anfield yang dinilai terlalu ramah. Shankly merancang tulisan tersebut sebagai pengingat bagi para pemain Liverpool mengenai klub yang mereka wakili sekaligus alat intimidasi bagi tim lawan yang berjalan menuju lapangan hijau.
Sejarah mencatat bahwa papan asli ini sempat dilepas pada era 1970-an dan diberikan kepada Ronald Wilson, mantan anggota tim muda klub, oleh mantan manajer Roy Evans. Keluarga Wilson kemudian memajang papan bersejarah tersebut di Hotel Rutland di Douglas, Isle of Man, selama lebih dari 20 tahun sebelum akhirnya dipindahkan ke kantor sang anak hingga awal tahun 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejumlah legenda klub seperti Alan Hansen, Kenny Dalglish, hingga Frank McGarvey sempat mengabadikan momen bersama papan tersebut setelah bergabung dengan Liverpool antara tahun 1977 hingga 1979. Fitur ikonik ini juga saksi bisu kejayaan The Reds saat merengkuh dua gelar juara Piala Eropa pertama mereka pada tahun 1977 dan 1978.
Makna Historis di Balik Tradisi Sentuh Papan Anfield
Mantan pemain Liverpool George Scott menyatakan bahwa papan tersebut merepresentasikan standar tinggi yang selalu diharapkan oleh Bill Shankly dari setiap anak asuhnya di atas lapangan. Scott menambahkan bahwa Shankly ingin setiap lawan yang berjalan di bawah papan tersebut menyadari bahwa mereka masuk ke dalam tekanan besar di markas lawan.
Tradisi menyentuh papan This Is Anfield juga dijalankan oleh mantan pengumum stadion George Sephton yang bertugas di stadion tersebut dari tahun 1971 hingga 2025. Sephton mengungkapkan bahwa dirinya selalu menyentuh papan itu setiap pekan dan menganggapnya sebagai sebuah kehormatan besar selama bertahun-tahun bekerja.
Di sisi lain, sejarawan sepak bola Peter Kenny Jones menyoroti perjalanan panjang papan tersebut yang sempat tersimpan sederhana di dinding sebuah hotel di Douglas tanpa kemegahan layaknya di dalam stadion. Kini, barang bersejarah berharga tinggi itu bersiap mendapatkan apresiasi yang layak dari para kolektor dunia sepak bola.
Penjualan papan autentik ini menarik perhatian besar dari para pendukung setia Liverpool di seluruh dunia yang ingin memiliki sepotong sejarah klub kesayangan mereka. Nilai historis yang melekat pada barang peninggalan era Bill Shankly diyakini bakal memicu persaingan ketat di antara para peserta lelang.