Persiapan pelaksanaan Winter Olympics 2026 di kawasan French Alps kini menghadapi dinamika menarik seiring proses penentuan venue pertandingan. Berdasarkan pengamatan awak media, panitia penyelenggara harus bekerja ekstra keras menyelesaikan polemik tata letak lokasi setelah sejumlah kepala daerah menyampaikan keberatan terkait rencana awal penggunaan fasilitas olahraga.
Polemik bermula ketika rencana pemanfaatan Allianz Riviera di Nice untuk cabang ice hockey menemui jalan buntu akibat kendala logistik dan biaya yang terlalu tinggi. Berdasarkan laporan media setempat, ketegangan sempat terjadi antara Presiden Dewan Regional Provence-Alpes-Côte d'Azur, Renaud Muselier, dan Wali Kota Nice, Eric Ciotti, terkait opsi pemindahan venue ke wilayah Lyon.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Lyon kini menjadi solusi terbaik untuk menggelar ajang olahraga es," demikian pernyataan panitia penyelenggara merespons tekanan dari International Olympic Committee agar klaster venue dibuat lebih ringkas demi menekan emisi karbon dan jarak tempuh.
Di sisi lain, keputusan unik diambil panitia dalam menentukan lokasi cabang long-track speed skating. Mengingat biaya pembangunan arena baru dinilai terlalu mahal, panitia memutuskan memindahkan pertandingan tersebut ke luar negeri, tepatnya di arena Thialf, Heerenveen, Belanda.
Selain urusan venue es, penentuan lokasi upacara pembukaan dan penutupan juga masih menjadi perdebatan hangat di kalangan pejabat lokal. Wali Kota Lyon, Grégory Doucet, sempat mengusulkan konsep upacara pembukaan terbuka di tengah kota, meniru kesuksesan Paris pada Olimpiade Musim Panas sebelumnya.