Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Piala Dunia 1986 Meksiko, Ketika...
OLAHRAGA

Piala Dunia 1986 Meksiko, Ketika Diego Maradona Ciptakan Sejarah Baru

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 31 Mei 1986
Suasana stadion penyelenggaraan Piala Dunia 1986 di Meksiko

Suasana stadion penyelenggaraan Piala Dunia 1986 di Meksiko

Piala Dunia 1986 merupakan edisi ke-13 turnamen sepak bola terakbar antarnegara yang berlangsung di Meksiko mulai tanggal 31 Mei hingga 29 Juni 1986. Berdasarkan catatan sejarah sepak bola dunia, turnamen tersebut menjadi panggung megah bagi kejeniusan Diego Maradona yang membawa Argentina meraih gelar juara dunia kedua setelah sukses mengalahkan Jerman Barat di pertandingan puncak.

Berdasarkan analisis awak media dari dokumen historis FIFA, penunjukan Meksiko sebagai tuan rumah menyimpan cerita dramatis menyusul pengunduran diri Kolombia pada November 1982 akibat masalah ekonomi. Kolombia awalnya terpilih pada Juni 1974 namun terbentur kebijakan ekspansi peserta menjadi 24 tim yang dicanangkan FIFA sehingga pemerintah setempat menyatakan ketidaksanggupan membiayai turnamen tersebut.

Proses pemilihan Meksiko sebagai pengganti juga sempat diwarnai kontroversi politik dan kritik tajam dari Amerika Serikat serta Kanada yang tawarannya ditolak komite khusus FIFA. Mengutip laporan resmi, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger bahkan melontarkan kritik pedas terkait intrik politik di balik penentuan tuan rumah edisi tersebut.

Meskipun sempat diguncang bencana gempa bumi hebat pada September 1985, persiapan turnamen tetap berjalan lancar tanpa kerusakan berarti pada stadion-stadion penyelenggara. Ajang ini sekaligus mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya Kanada, Denmark, serta Irak berhasil menembus putaran final turnamen antarnegara paling bergengsi di planet bumi ini.

Pertandingan demi pertandingan di Meksiko menyuguhkan tensi tinggi akibat kombinasi suhu panas, kelembapan udara, serta tantangan letak geografis stadion yang berada di dataran tinggi. Di tengah kondisi menantang tersebut, aksi gemilang kapten Argentina berusia 25 tahun, Diego Maradona, lewat gol "Tangan Tuhan" dan "Gol Abad Ini" ke gawang Inggris tetap abadi sebagai momen paling ikonik dalam sejarah olahraga.

Topics
piala dunia 1986 diego maradona argentina meksiko fifa sepak bola sejarah
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.