Frank Rijkaard merupakan mantan pemain dan pelatih sepak bola profesional asal Belanda yang lahir di Amsterdam pada 30 September 1962. Semasa aktif bermain, ia dikenal sebagai salah satu gelandang bertahan terhebat sepanjang sejarah berkat fisik kuat, kecerdasan taktik, serta teknik tinggi.
Karier profesional Rijkaard dimulai bersama Ajax saat usianya masih sangat muda di bawah didikan pelatih Leo Beenhakker. Bersama klub raksasa Belanda tersebut, ia berhasil merengkuh berbagai gelar juara domestik sebelum akhirnya melanjutkan petualangan ke kancah sepak bola Eropa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePuncak kejayaan level klub dirasakan Rijkaard ketika memperkuat AC Milan dengan membentuk trio legendaris bersama Marco van Basten dan Ruud Gullit. Di sana, ia mempersembahkan dua gelar Piala Eropa beruntun termasuk mencetak gol penentu kemenangan pada final tahun 1990.
Selain sukses di level klub, Rijkaard mencatatkan 73 penampilan bersama tim nasional Belanda serta mempersembahkan trofi juara Piala Eropa pada tahun 1988. Kontribusi besar di lapangan hijau membuat namanya diabadikan dalam daftar FIFA 100 oleh Pele.
Transformasi Karier Gemilang sebagai Pelatih
Usai gantung sepatu sebagai pemain, Rijkaard beralih ke dunia kepelatihan dengan mengawali peran sebagai asisten pelatih tim nasional Belanda di Piala Dunia 1998. Pengalaman tersebut membuka jalan baginya untuk memimpin skuad De Oranje sebagai pelatih kepala pada ajang Piala Eropa 2000.
Karier manajerial Rijkaard mencapai masa paling gemilang saat ia ditunjuk menukangi klub Spanyol Barcelona pada tahun 2003. Selama lima tahun masa baktinya, ia sukses merestorasi kejayaan Blaugrana dengan merengkuh trofi La Liga dan gelar Liga Champions.
Tangan dingin Rijkaard dalam meramu taktik juga memberikan dampak besar dalam mematangkan pemain muda berbakat termasuk memberikan debut bagi Lionel Messi di tim senior Barcelona. Gaya permainan menyerang yang diterapkan menjadi fondasi penting kesuksesan klub pada era berikutnya.
Meskipun sempat menangani beberapa klub lain seperti Galatasaray dan tim nasional Arab Saudi, warisan terbesar Rijkaard tetap melekat sebagai maestro lapangan tengah serta juru taktik berkelas dunia.