Daniel Alberto Passarella lahir di Chacabuco, Buenos Aires, pada 25 Mei 1953 dan diakui sebagai salah satu bek paling tangguh serta tersubur dalam sejarah sepak bola dunia. Sebagai pemain kunci bagi tim nasional Argentina, ia menjadi bagian dari dua skuad juara Piala Dunia, yakni saat menjabat sebagai kapten tim saat Argentina menjadi tuan rumah pada edisi 1978 serta masuk dalam skuad pemenang pada 1986.
"Passarella adalah satu-satunya pemain Argentina yang berhasil meraih dua gelar juara Piala Dunia sepanjang sejarah sepak bola negara tersebut," tulis catatan sejarah mengenai pencapaian luar biasa sang legenda.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun beroperasi di lini belakang sebagai seorang bek tengah, Passarella memiliki ketajaman luar biasa di depan gawang lawan. Pada masanya, ia sempat memegang rekor sebagai bek pencetak gol terbanyak di dunia dengan torehan 134 gol dari 451 pertandingan resmi sebelum akhirnya rekor tersebut dipecahkan oleh pemain asal Belanda, Ronald Koeman.
Reputasinya di lapangan hijau semakin diakui dunia ketika Pelé memasukkannya ke dalam daftar 125 pesepak bola terhebat yang masih hidup pada tahun 2004. Selain itu, majalah FourFourTwo pada 2017 menempatkannya di peringkat ke-56 dalam daftar 100 pemain terhebat sepanjang masa berkat kepemimpinan dan kemampuan teknisnya yang luar biasa.
Karier Klub dan Perjalanan Melatih Daniel Passarella
Perjalanan karier profesional Daniel Passarella dimulai ketika ia bergabung dengan klub Sarmiento de Junín pada tahun 1971 sebelum pindah ke River Plate dua tahun kemudian. Penampilan gemilangnya di level klub mengantarkannya berkarier di Liga Italia bersama Fiorentina pada musim panas 1982, di mana ia mencetak 11 gol dalam semusim yang kala itu menjadi rekor tersendiri bagi seorang pemain bertahan di Serie A.
Setelah gantung sepatu, Passarella beralih profesi menjadi pelatih dan sukses membawa River Plate meraih tiga gelar juara nasional pada periode kepemimpinannya di akhir dekade 80-an hingga awal 90-an. Ia kemudian ditunjuk menakhodai tim nasional Argentina untuk menghadapi ajang Piala Dunia 1998 di Prancis, meskipun era kepelatihannya sempat diwarnai sejumlah kebijakan kontroversial terkait aturan penampilan pemain.
Usai menangani timnas Argentina, ia sempat melahirkan prestasi di level klub internasional termasuk membawa klub Meksiko Monterrey meraih gelar juara liga pada tahun 2003. Jejak kariernya berlanjut ketika ia terpilih sebagai presiden klub River Plate pada Desember 2009 guna membenahi kondisi finansial klub yang saat itu sedang mengalami kemerosotan.
"Kepemimpinan Passarella di dalam maupun di luar lapangan selalu meninggalkan catatan sejarah yang mendalam bagi perkembangan sepak bola Argentina," ujar para pengamat olahraga mengenang dedikasi sang tokoh.