Roberto Rivellino lahir di Sao Paulo pada 1 Januari 1946 dan dikenal luas sebagai salah satu gelandang serang terhebat dalam sejarah sepak bola Brasil. Putra imigran asal Italia ini mulai meniti karier dari sepak bola ruangan atau futsal di Clube Atletico Barcelona sebelum bergabung dengan Corinthians.
Bersama Corinthians, Rivellino dengan cepat menjelma menjadi pemain idola suporter hingga dijuluki sebagai King of the Park. Namun, periode tersebut merupakan masa sulit bagi klub karena paceklik gelar juara liga negara bagian Sao Paulo dalam kurun waktu yang cukup panjang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePada tahun 1974, setelah kekalahan pahit dari rival sekota Palmeiras di partai final, Rivellino memutuskan pindah ke Rio de Janeiro untuk bergabung dengan Fluminense. Di klub berjuluk mesin tricolor tersebut, ia berhasil mempersembahkan gelar juara Liga Rio de Janeiro pada tahun 1975 dan 1976.
Menjelang penghujung karier profesionalnya, pemain berambut ikal ini sempat merumput di Liga Arab Saudi membela Al Hilal sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu pada tahun 1981.
Puncak Kejayaan Bersama Timnas Brasil dan Gaya Bermain
Roberto Rivellino merupakan pilar penting lini tengah tim nasional Brasil saat merengkuh trofi juara Piala Dunia 1970 di Meksiko. Mengenakan nomor punggung 11, ia mencetak tiga gol penting termasuk tendangan bebas mematikan ke gawang Cekoslowakia.
Berkat tendangan bebas keras bertenaga roket tersebut, suporter Meksiko menjulukinya dengan sebutan Patada Atomica atau tendangan atomik. Selain Piala Dunia 1970, ia juga memperkuat Selecao pada ajang Piala Dunia 1974 dan 1978.
Gaya permainan Rivellino sangat khas dengan visi luar biasa, operan akurat, serta kemampuan melakukan dribble memukau dengan kaki kirinya. Ia juga dikenal sebagai penyempurna teknik tipuan bola flip flap yang kemudian banyak ditiru bintang dunia.
Setelah pensiun sebagai pemain, Rivellino aktif berkarier sebagai pengamat sepak bola di televisi dan sempat melatih klub Jepang Shimizu S-Pulse.