Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Profil Luigi Radice, Legenda Sepak...
OLAHRAGA

Profil Luigi Radice, Legenda Sepak Bola Italia dan Pelatih Inovatif

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 13 Agustus 2026
Profil Luigi Radice legenda AC Milan dan pelatih Torino

Profil Luigi Radice legenda AC Milan dan pelatih Torino

Profil Luigi Radice mengulas perjalanan hidup seorang sosok legenda sepak bola Italia yang dikenal luas sebagai pemain tangguh sekaligus pelatih inovatif dengan taktik zona mista. Lahir pada 15 Januari 1935, ia mendedikasikan sebagian besar hidupnya di dunia si kulit bundar sebelum berpulang pada 7 Desember 2018.

Sebagai pemain, Radice dikenal sebagai bek kiri tangguh dan ulet yang mengawali kariernya di AC Milan. Ia turut menjadi bagian dari skuad Rossoneri saat merengkuh gelar juara Serie A pada musim 1956-1957 dan 1958-1959, serta trofi Piala Eropa atau Liga Champions pada musim 1962-1963.

Karier bermainnya harus terhenti lebih cepat pada tahun 1965 akibat cedera lutut parah yang mendera. Kendati demikian, ia mencatatkan total 95 penampilan bersama AC Milan dan sempat memperkuat tim nasional Italia di Piala Dunia 1962.

Memasuki dunia kepelatihan, Radice menjelma menjadi figur taktik yang disegani berkat penerapan strategi pressing dan zona mista. Ia mencatatkan sejarah manis bersama Torino dengan mempersembahkan gelar juara Serie A pada musim 1975-1976.

Jejak Kepelatihan Gemilang dan Akhir Hayat Sang Tokoh

Ac milan

Keberhasilan Luigi Radice membawa Torino meraih Scudetto pada musim 1975-1976 menjadikannya pelatih pertama dan satu-satunya yang mampu mengantarkan klub tersebut juara setelah Tragedi Superga. Atas pencapaian luar biasa itu, ia diganjar penghargaan Seminatore d'Oro sebagai pelatih terbaik di Serie A.

Selain Torino, ia juga malang melintang menukangi berbagai klub besar Italia lainnya seperti AC Milan, Inter Milan, AS Roma, Fiorentina, Bologna, hingga Cagliari. Di luar dunia sepak bola, Radice juga dikenal memiliki pandangan politik sayap kiri yang cukup kuat dalam memandang kehidupan sosial.

Pada tahun 2015, pihak keluarga mengumumkan bahwa Radice menderita penyakit Alzheimer yang membatasi aktivitasnya di masa tua. Ia akhirnya menutup usia pada 7 Desember 2018 di umur 83 tahun.

Warisan taktik serta dedikasi Luigi Radice tetap dikenang oleh para pecinta sepak bola Italia sebagai salah satu figur pelatih paling berpengaruh dan berkarakter kuat dalam sejarah Serie A.

Topics
luigi radice ac milan torino serie a profil sepak bola italia scudetto pelatih monza
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.