Roberto Baggio lahir di Caldogno, Veneto, Italia, pada 18 Februari 1967 dan menancapkan namanya sebagai salah satu kreator serangan terhebat dalam sejarah sepak bola dunia. Anak keenam dari delapan bersaudara ini memulai perjalanan akademi mudanya di klub lokal Caldogno sebelum direkrut oleh Vicenza saat usianya menginjak 13 tahun.
Bakat luar biasa Baggio langsung mencuri perhatian pemandu bakat setelah ia menggelontorkan ratusan gol di tim junior. Ia kemudian menembus skuad senior Vicenza pada tahun 1983 dan membantu klub tersebut meraih tiket promosi ke Serie B berkat penampilan tajamnya di lini depan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun sempat dihantam cedera lutut parah yang mengancam kariernya di usia muda, Fiorentina tetap menunjukkan kepercayaan tinggi dengan memboyong sang penyerang pada tahun 1985. Bersama La Viola, Baggio menjelma menjadi ikon klub dan idola publik berkat visinya yang tajam serta kemampuan olah bola yang memukau.
Performa gemilang tersebut mengantarkan Baggio memecahkan rekor transfer dunia ketika pindah ke Juventus pada tahun 1990. Selama memperkuat berbagai klub top Italia seperti Juventus, AC Milan, hingga Inter Milan, ia sukses mengoleksi dua gelar Serie A serta trofi Piala UEFA.
Puncak Karier Internasional dan Warisan Sang Maestro
Roberto Baggio mencatatkan 56 penampilan bersama tim nasional Italia dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi Azzurri. Ia memimpin skuad Italia finis di peringkat ketiga pada Piala Dunia 1990 dan membawa negaranya melaju hingga partai final pada edisi Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
Meskipun tampil sebagai bintang utama turnamen dengan torehan gol krusial, takdir berkata lain ketika eksekusi penalti penutupnya melambung di laga final melawan Brasil. Kendati demikian, ia tetap tercatat sebagai satu-satunya pemain Italia yang mampu mencetak gol dalam tiga edisi Piala Dunia yang berbeda.
Karier cemerlang di level klub dan internasional mengantarkan Baggio meraih penghargaan individu bergengsi Ballon d'Or serta dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA pada tahun 1993. Ciri khas gaya rambut kuncir kuda serta ketenangannya di kotak penalti membuat publik menjulukinya sebagai Il Divin Codino atau Sang Kuncir Kudus.
Setelah memutuskan gantung sepatu pada tahun 2004 bersama Brescia, Baggio tetap dikenang dunia sebagai maestro sejati yang memiliki visi bermain luar biasa dan teknik eksekusi bola mati yang mematikan.