Ruud Gullit dikenal sebagai salah satu pesepak bola serba bisa paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia. Pria kelahiran Amsterdam ini memegang peranan penting saat mengantarkan tim nasional Belanda meraih gelar juara Piala Eropa pada tahun 1988.
Perjalanan karier profesionalnya dimulai ketika ia bergabung dengan HFC Haarlem dan mencetak rekor sebagai pemain termuda di Eredivisie saat itu. Ketajamannya di lapangan kemudian membawanya bersinar bersama Feyenoord dan PSV Eindhoven sebelum akhirnya dibeli oleh klub raksasa Italia, AC Milan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBersama AC Milan pada era akhir 1980-an, Gullit membentuk trio maut asal Belanda bersama Marco van Basten dan Frank Rijkaard. Kolaborasi hebat tersebut sukses membawa Rossoneri merajai kompetisi domestik Serie A serta menjuarai Piala Eropa secara berturut-turut.
Berkat performa gemilangnya yang luar biasa di atas lapangan, Gullit diganjar penghargaan individu bergengsi Ballon d'Or pada tahun 1987. Gelar tersebut didedikasikannya secara khusus kepada tokoh pejuang kemerdekaan Afrika Selatan, Nelson Mandela.
Karier Kepelatihan dan Akhir Masa Bermain
Setelah malang melintang di kompetisi Italia, Ruud Gullit melanjutkan petualangan kariernya ke Inggris dengan bergabung bersama Chelsea pada tahun 1995. Di klub London tersebut, ia tidak hanya menjadi pemain andalan tetapi juga dipercaya mengemban tugas sebagai pemain sekaligus manajer tim.
Di bawah arahan kepelatihannya, Chelsea sukses keluar sebagai juara Piala FA dan mengakhiri puasa gelar mayor klub selama 26 tahun. Pencapaian tersebut sekaligus mencatatkan namanya sebagai manajer asing pertama yang mampu memenangi ajang tertua di sepak bola Inggris itu.
Meskipun sempat diganggu oleh masalah cedera lutut parah yang membatasi penampilan di penghujung kariernya, warisan sepak bola Gullit tetap abadi. Kontribusi besarnya di dalam lapangan membuatnya diakui FIFA sebagai salah satu dari 125 pesepak bola terhebat yang pernah hidup.
Kini, nama Ruud Gullit selalu dikenang sebagai maestro lapangan tengah yang cerdas, memiliki fisik kuat, serta visi bermain yang sangat luar biasa. Kontribusinya bagi dunia sepak bola Belanda dan Eropa akan terus menjadi inspirasi bagi generasi-generasi pemain masa kini.