Asisten pelatih Chelsea Camille Abily memuji kekayaan opsi di lini serang setelah rekrutan anyar nomor sembilan Melvine Malard mencetak dua gol dalam debutnya saat meraih kemenangan 5-2 atas Real Sociedad di Plough Lane.
Penyerang asal Prancis tersebut bekerja sama apik dengan mantan rekan setimnya di Lyon Ellie Carpenter, di mana keduanya pernah berada di bawah asuhan Abily dan pelatih kepala Sonia Bompastor.
"Mereka saling mengenal dengan sangat baik dan juga memiliki hubungan yang sangat akur di luar lapangan," ujar Abily yang memimpin dari pinggir lapangan menggantikan Bompastor yang tengah menjalani skorsing.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKemenangan telak dengan 5 gol tersebut menunjukkan kedalaman skuad Chelsea yang mumpuni, baik dari pemain inti di lapangan maupun pemain pengganti yang masuk di babak kedua.
Evaluasi Taktik Babak Kedua dan Pembaruan Kondisi Naomi Girma
Abily juga menyebutkan bahwa timnya memiliki banyak pilihan di lini depan seperti Melvine Malard, Mayra Ramirez, Aggie Beever-Jones, hingga Lauren James yang fleksibel di berbagai posisi.
Real Sociedad sempat memberikan perlawanan ketat dengan mencetak gol cepat pada menit ke-7 dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sebelum Chelsea mendominasi di paruh kedua.
"Pertandingan berjalan sangat sulit terutama pada babak pertama karena Real Sociedad adalah tim hebat, tetapi kami memberikan reaksi yang luar biasa," ungkap Abily mengomentari jalannya laga.
Pada saat turun minum, pelatih melakukan penyesuaian taktik dengan menginstruksikan para pemain untuk memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan lawan yang bermain cukup tinggi.
Selain membahas kemenangan taktis tersebut, Abily turut memberikan penjelasan mengenai keputusan menarik keluar bek Naomi Girma dan menggantinya dengan Lucy Bronze pada babak kedua.
"Keputusan itu lebih kepada kondisi kebugaran dan kehati-hatian pada otot betisnya karena kami memiliki banyak pemain bagus di bangku cadangan dan tidak ingin mengambil risiko," jelas Abily.