Copa del Rey merupakan kompetisi sepak bola sistem gugur paling bergengsi di Spanyol yang diselenggarakan secara resmi oleh Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol atau RFEF. Ajang bergengsi ini pertama kali didirikan pada tahun 1903, menjadikannya turnamen sepak bola tertua di Spanyol yang dimainkan pada tingkat nasional.
Sepanjang sejarah penyelenggaraannya, Barcelona menduduki peringkat teratas sebagai klub paling sukses dalam turnamen ini dengan koleksi 32 gelar juara. Athletic Bilbao menyusul di posisi kedua dengan raihan 24 gelar, sementara Real Madrid berada di tempat ketiga lewat perolehan 20 trofi juara.
Format turnamen mengalami beberapa kali transformasi seiring berjalannya waktu guna meningkatkan daya saing serta menarik minat penonton global. Sejak perombakan besar pada musim 2019 dan 2020, sebagian besar babak menggunakan sistem pertandingan tunggal dengan menempatkan tim divisi bawah sebagai tuan rumah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain memperebutkan trofi bergengsi, juara Copa del Rey juga berhak mendapatkan tiket otomatis berlaga di ajang UEFA Europa League serta Supercopa de Espana musim berikutnya. Hal tersebut membuat persaingan antar klub dari berbagai kasta kompetisi di Spanyol selalu sengit setiap tahun.
Transformasi Format dan Daftar Juara Copa del Rey
Transformasi format modern pada Copa del Rey turut melibatkan penetapan venue tetap untuk pertandingan final di Stadion La Cartuja, Seville. Kebijakan baru tersebut diambil untuk memberikan kepastian tempat serta mendongkrak kemeriahan partai puncak kompetisi sepak bola domestik Spanyol.
Perubahan regulasi juga memperluas jumlah kontestan hingga mencapai 126 tim peserta dari berbagai level piramida sepak bola Spanyol. Klub-klub dari divisi regional terbawah kini memiliki kesempatan emas menghadapi tim-tim raksasa La Liga dalam format satu leg.
Real Sociedad tercatat sebagai juara bertahan setelah menaklukkan Atletico Madrid pada laga final edisi sebelumnya di Stadion La Cartuja. Dominasi klub-klub tradisional terus diuji dengan kehadiran tim promosi kejutan yang mampu melaju hingga babak-babak krusial.
Pihak penyelenggara terus berkomitmen menjaga nilai historis turnamen sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan penyiaran modern agar dapat dinikmati jutaan penggemar sepak bola di seluruh penjuru dunia.