Diego Simeone secara terbuka membahas peluang melatih Real Madrid dan Barcelona di tengah perjalanan panjang kariernya bersama Atletico Madrid. Pelatih asal Argentina ini menyebut satu klub tertutup rapat untuk ia tangani karena rivalitas ketat di kompetisi sepak bola Spanyol.
Berdasarkan pengamatan redaksi, pernyataan tersebut terlontar setelah dirinya merayakan 15 tahun masa bakti di Wanda Metropolitano. Mengutip laporan media Spanyol, Mundo Deportivo, beban ekspektasi publik kini terasa jauh lebih berat dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePelatih berusia kepala lima itu menyatakan bahwa kemenangan saat ini bukan lagi sekadar sumber kebahagiaan. Skuad asuhannya kini memikul tanggung jawab besar untuk selalu menembus papan atas persaingan ketat La Liga.
"Dulu kemenangan adalah sumber kebahagiaan, sekarang telah menjadi sumber kelegaan," ujar Simeone kepada Mundo Deportivo.
Dari analisis awak media, Atletico Madrid di bawah naungan Simeone memang menjelma menjadi kekuatan ketiga di Spanyol. Namun, hal tersebut berbanding lurus dengan tuntutan suporter yang menginginkan trofi juara setiap musim.
Ketika disinggung mengenai kemungkinan menyeberang ke klub rival abadi, Simeone memberikan jawaban tegas. Menurut pengakuan sang juru taktik, melatih salah satu dari dua raksasa La Liga tersebut adalah opsi yang tidak masuk akal.
"Satu di antara mereka benar-benar mustahil. Sementara untuk klub lainnya, saya rasa tidak," ungkap Simeone memberikan respons lugas.