Sepak bola wanita di Inggris telah dimainkan selama lebih dari satu abad dengan berbagi sejarah bersama kaum pria dalam aturan permainan yang dikodifikasikan sejak lama.
Olahraga ini sempat menikmati masa kejayaan yang sangat populer pada awal abad ke-20, sebelum akhirnya mengalami kemunduran drastis setelah dilarang oleh Football Association.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeButuh waktu hingga dekade 1990-an bagi jumlah pemain serta penonton perempuan untuk kembali meningkat secara signifikan di seluruh penjuru negeri.
Lonjakan minat tersebut pada akhirnya berujung pada kesuksesan Inggris saat dipercaya menjadi tuan rumah ajang Women's European Championships pada tahun 2005.
Daya Tarik Awal Abad ke-20 dan Larangan FA
Pertandingan internasional wanita pertama tercatat digelar pada tahun 1881, mempertemukan tim Inggris dan Skotlandia di beberapa kota.
Memasuki masa Perang Dunia Pertama, popularitas sepak bola wanita meroket karena banyak perempuan bekerja di pabrik amunisi dan membentuk tim amal seperti Dick, Kerr's Ladies.
Namun, kesuksesan besar tersebut mendapat tantangan berat ketika Football Association mengeluarkan larangan pada tahun 1921 yang melarang perempuan bermain di lapangan afiliasi.
Kebijakan diskriminatif tersebut membuat sepak bola wanita mati suri selama beberapa dekade sebelum federasi akhirnya mencabut pembatasan pada awal 1970-an.