Piala Dunia 1998 di Prancis menjadi salah satu turnamen sepak bola paling ikonik dalam sejarah karena untuk pertama kalinya diikuti oleh 32 tim nasional dari berbagai belahan dunia. Ajang bergengsi ini berlangsung mulai 10 Juni hingga 12 Juli 1998 dan mencatatkan durasi penyelenggaraan terlama pada masanya sebelum format kembali mengalami perubahan besar pada tahun-tahun berikutnya.
Negara Prancis terpilih sebagai tuan rumah untuk kedua kalinya dalam sejarah turnamen setelah mengalahkan Maroko dalam proses pemungutan suara oleh eksekutif FIFA di Zurich. Penunjukan ini sekaligus menjadikan Prancis sebagai salah satu negara langganan penyelenggara pesta akbar sepak bola sejagat setelah edisi tahun 1938 silam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePersiapan matang dilakukan oleh pemerintah Prancis termasuk membangun stadion megah Stade de France di Saint-Denis dengan kapasitas 80.000 penonton. Stadion baru tersebut menjadi saksi bisu pertandingan pembuka hingga laga puncak yang mempertemukan tim tuan rumah melawan juara bertahan Brasil.
Puncak turnamen ditutup dengan kemenangan manis bagi publik tuan rumah ketika timnas Prancis sukses membungkam Brasil dengan skor meyakinkan 3-0 di partai final. Kemenangan tersebut memastikan Prancis meraih gelar juara dunia pertama mereka sekaligus mencatat sejarah sebagai tim keenam yang menjuarai ajang ini di kandang sendiri.
Format Baru 32 Tim dan Debut Negara Peserta
Perluasan peserta dari 24 menjadi 32 tim pada Piala Dunia 1998 memberikan kesempatan bagi beberapa negara untuk merasakan atmosfer panggung tertinggi sepak bola dunia untuk pertama kalinya. Kroasia, Jamaika, Jepang, dan Afrika Selatan tercatat sebagai debutan yang tampil memukau sepanjang fase grup.
Babak kualifikasi yang berlangsung dari Maret 1996 hingga November 1997 melibatkan 174 tim dari berbagai konfederasi untuk memperebutkan tiket menuju putaran final di Prancis. Persaingan ketat terjadi di zona Eropa, Amerika Selatan, hingga Asia yang melahirkan kejutan-kejutan menarik menjelang bergulirnya turnamen.
Selain penambahan jumlah peserta, edisi 1998 juga memperkenalkan beberapa inovasi regulasi penting dalam dunia sepak bola modern. Penggunaan papan elektronik oleh petugas keempat pengganti papan kardus serta penerapan aturan gol emas mulai diberlakukan resmi pada turnamen ini.
Hingga saat ini, Piala Dunia 1998 tetap dikenang sebagai salah satu era paling gemilang dalam sejarah sepak bola internasional. Turnamen ini tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan warisan infrastruktur olahraga yang masif bagi perkembangan sepak bola di Prancis.