Rachael Gunn yang dikenal sebagai Raygun menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi para kritikus setelah penampilannya di ajang Olimpiade Paris 2024 sempat menjadi sasaran perundungan global.
Atlet breakdance berusia 38 tahun tersebut mengakui bahwa masa-masa setelah penampilannya di Place de la Concorde pada 9 Agustus 2024 terasa sangat berat karena dirinya merasa direduksi menjadi sekadar meme viral di internet.
Dalam wawancara bersama People, mantan atlet kompetitif yang memiliki gelar doktor dalam bidang Cultural Studies dari Macquarie University itu dengan tegas melontarkan tantangan kepada para pengkritiknya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Come at me. I'm ready this time," ujar Gunn sambil mengungkapkan bahwa beberapa bagian dari sorotan publik tersebut sangat sulit untuk disaksikan kembali.
Dokumenter Netflix Ungkap Sisi Lain Perjalanan Olimpiade Raygun
Perjalanan hidup serta tekanan yang dialami oleh Rachael Gunn menjelang penampilannya di Olimpiade Paris 2024 kini diangkat dalam film dokumenter Netflix berjudul "Untold: Raygun: Breaking Badly" yang tayang perdana pada 1 September.
Sebelumnya, penampilan Gunn dalam babak penyisihan melawan para breaker dari Amerika Serikat, Prancis, dan Lithuania gagal menghasilkan poin, namun rangkaian gerakannya justru memicu viral di seluruh dunia.
Suami Gunn, Samuel Free yang berusia 39 tahun, juga sempat diterpa berbagai tudingan tidak berdasar mengenai dugaan keterlibatannya dalam asosiasi breaking Australia yang membantu kelolosan istrinya ke Olimpiade.
Dua tahun berselang setelah insiden tersebut, Gunn menyatakan kondisi mentalnya kini sudah membaik, meskipun ia tetap rutin memantau kesehatannya dan tidak ragu untuk beristirahat di rumah jika merasa memerlukan ketenangan.