Sebagaimana diwartakan oleh Brasil de Fato, pelaksanaan kampanye Pemilu 2026 di Distrito Federal (DF) langsung diwarnai ratusan aduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran aturan. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Tribunal Superior Eleitoral (TSE), sebanyak 247 laporan pelanggaran kampanye telah tercatat melalui aplikasi resmi Pardal sejak masa kampanye resmi dimulai pada tanggal 16 Agustus lalu.
Dari total laporan yang masuk di wilayah DF, mayoritas aduan berkaitan dengan aktivitas kampanye untuk posisi calon deputado distrital sebanyak 147 kasus. Selain itu, laporan juga menyasar kandidat deputado federal sebanyak 47 kasus, calon governador 23 kasus, dukungan partai atau koalisi sebanyak 12 kasus, senator 12 kasus, serta pemilihan presiden sebanyak 6 kasus.
Berdasarkan laporan media, pelanggaran di ruang publik atau vias públicas mendominasi dengan catatan mencapai 79 laporan. Kategori ini mencakup penggunaan atribut kampanye yang tidak sesuai ketentuan, seperti penataan bendera, meja kampanye di jalanan, hingga pelanggaran penempatan atribut di ruang terbuka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePelanggaran terkait penggunaan alat pengeras suara seperti mobil pengeras suara atau mini trio menempati posisi berikutnya dengan 22 aduan. Sementara itu, pelanggaran kampanye di internet serta distribusi cinderamata ilegal masing-masing mencatatkan 21 laporan, disusul pemasangan stiker kendaraan sebanyak 20 laporan serta papan reklame atau billboard sejumlah 19 laporan.
Menanggapi maraknya aduan tersebut, hakim pemilu dari Tribunal Regional Eleitoral do Distrito Federal (TRE-DF), Geilza Diniz, menjelaskan bahwa seluruh laporan akan melalui proses verifikasi mendalam. "Semua laporan ini akan dianalisis secara saksama. Laporan bisa diarsipkan jika kampanyenya terbukti sah, atau berujung pada pemberitahuan kepada kandidat untuk melakukan penertiban material," ungkapnya sebagaimana dikutip dari laporan.
Secara nasional, penggunaan aplikasi Pardal menunjukkan partisipasi aktif warga dalam mengawasi jalannya kontestasi politik. Sejak hari pertama kampanye secara serentak, platform pengaduan milik badan peradilan pemilu tersebut telah menerima total 5.068 laporan dari berbagai penjuru negara bagian di seluruh Brasil, dengan São Paulo memimpin jumlah aduan terbanyak.