Berdasarkan laporan media massa, sebuah studi komprehensif di Amerika Serikat yang melibatkan lebih dari 31 ribu orang dewasa menunjukkan bahwa waktu makan pertama dan terakhir sangat memengaruhi kesehatan jantung serta angka harapan hidup.
Sebagaimana diwartakan dalam riset tersebut, para ilmuwan memantau kebiasaan makan dan rekam jejak kesehatan individu berusia 40 tahun ke atas selama sekitar satu dekade dengan memperhitungkan faktor gaya hidup.
Menurut hasil pengamatan, semakin siang seseorang menyantap sarapan pertamanya, semakin tinggi pula risiko kematian dini yang mengintai tubuh mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeData menunjukkan bahwa dibandingkan dengan mereka yang makan pertama kali pada pukul 07.00 hingga 08.00 pagi, orang yang menundanya lewat dari pukul 08.00 pagi mengalami peningkatan risiko kesehatan yang signifikan.
Bahkan, risiko tersebut melonjak hingga 29 persen bagi mereka yang baru menyantap makanan pertama pada siang hari, serta meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 46 persen dan memangkas harapan hidup hingga 2,5 tahun.
Sementara itu, analisis mengenai waktu makan malam menunjukkan bahwa risiko kematian terendah ditemukan pada individu yang menyantap makan malam sekitar pukul 20.00 malam.
Menanggapi temuan ini, Dr. Zhilei Shan dari Huazhong University of Science and Technology menjelaskan bahwa waktu makan yang tidak teratur dapat mengganggu ritme alami tubuh. "Jam makan adalah sinyal penting bagi ritme tubuh. Sarapan atau makan malam yang terlambat dapat menyebabkan gangguan pada metabolisme glukosa dan lemak," ujar Dr. Zhilei Shan sebagaimana dikutip dari laporan.
Kendati demikian, para ahli mengingatkan bahwa penelitian ini bersifat observasional, sehingga masyarakat diimbau untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan secara drastis.