Kerentanan remote code execution kritis pada platform Langflow teridentifikasi dengan kode CVE-2026-0768 tengah dieksploitasi oleh pihak tak bertanggung jawab guna meretas server aplikasi kecerdasan buatan. Menurut pengamatan Kabayan News, serangan masif ini menyasar celah tanpa otentikasi di editor komponen kustom untuk memanen token autentikasi penting.
Perusahaan intelijen ancaman VulnCheck mendeteksi ratusan percobaan eksploitasi yang mengincar honeypot mereka di Inggris, dengan mayoritas lalu lintas serangan berasal dari Rusia. Peneliti keamanan utama VulnCheck, Caitlin Condon menjelaskan bahwa para penyerang aktif melakukan pengintaian terhadap variabel lingkungan server korban.
"Di antara aktivitas tersebut, permintaan penyerang memindai variabel lingkungan seperti LANGFLOW_SUPERUSER, OPENAI_API, hingga AWS_ACCESS, serta membaca file konfigurasi rahasia," ungkap Condon. Eksploitasi ini memanfaatkan kelemahan validasi kode dalam menangani parameter input string untuk mengeksekusi kode Python berbahaya dengan hak akses root.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePlatform Langflow sendiri merupakan perangkat lunak sumber terbuka berbasis Python yang populer untuk membangun agen AI, chatbot, serta sistem RAG berbasis antarmuka grafis. Dari analisis Kabayan News, gelombang serangan siber ini menambah panjang daftar kerentanan kerangka kerja AI yang berhasil dimanfaatkan penjahat siber sejak awal tahun.
Pengguna Langflow sangat disarankan segera memperbarui perangkat lunak mereka ke versi 1.11.6 yang telah menambal berbagai celah keamanan berbahaya. Langkah mitigasi cepat menjadi kunci utama untuk mencegah pencurian kredensial lanjutan serta mengamankan infrastruktur cloud dari eksploitasi peretas.