Sebagaimana diwartakan, insiden keracunan massal yang melanda Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, total sebanyak 293 santri kini harus mendapatkan perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengungkapkan bahwa ratusan korban tersebut terpaksa dilarikan dan disebar ke delapan rumah sakit berbeda demi mendapatkan penanganan medis secepatnya. Sebagian besar dari mereka mengalami gejala mual hingga diare usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Mengutip laporan dari lapangan, salah satu rumah sakit rujukan utama yakni RSUD Notopuro Sidoarjo tampak dipadati oleh para keluarga santri yang cemas. Area poliklinik rumah sakit tersebut dipenuhi pasien yang terbaring lemah sambil mendapatkan pertolongan pertama, termasuk pemasangan selang infus oleh petugas medis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, dr Lakhsmie memaparkan bahwa dari total hampir 300 korban yang dirawat, terdapat delapan santri yang dilaporkan mengalami gejala cukup berat. "Ada delapan gejala berat, membutuhkan perawatan," ujarnya saat memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kondisi para korban.
Kasus darurat ini bermula ketika para santri menyantap hidangan MBG setelah menunaikan salat zuhur, yang kemudian disusul munculnya gejala keracunan menjelang waktu salat asar dan magrib. Hingga kini, pihak terkait terus memantau ketat kondisi seluruh santri yang tersebar di delapan rumah sakit rujukan tersebut.