Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Drama Oreo-gate, Protes Bekal...
TEKNOLOGI

Drama Oreo-gate, Protes Bekal Sekolah yang Viral di Medsos

By Septy Nusaira Gehntari 2 min read 2 September 2026
Drama Oreo-gate viral di media sosial terkait aturan bekal sekolah anak

Drama Oreo-gate viral di media sosial terkait aturan bekal sekolah anak

Kisah viral berjuluk Oreo-gate mendadak menjadi sorotan di dunia maya setelah seorang ibu bernama Ashleigh membagikan cerita drama obrolan grup sekolah dasar melalui akun Instagram Reels miliknya. Berdasarkan unggahan tersebut, seorang ibu bernama Michelle meminta para orang tua untuk berhenti membawakan biskuit Oreo dan camilan cokelat ke sekolah dengan alasan membuat putrinya yang bernama Ava merasa cemburu melihat bekal anak lain.

"Saya hanya ingin tahu apakah kita bisa sepakat untuk tidak mengirimkan makanan seperti Oreo, permen cokelat, dan sejenisnya agar anak-anak tidak membandingkan bekal makanan mereka?" tanya Michelle kepada para orang tua di dalam grup WhatsApp tersebut.

Permintaan tersebut memicu perdebatan sengit di antara para warganet di internet. Sebagian pihak menganggap Michelle sebagai figur ibu yang terlalu mengontrol, sementara banyak orang tua lain justru mendukung kebebasan anak-anak untuk menikmati makanan favorit mereka di sekolah.

Bahkan, merek biskuit terkenal Oreo turut memberikan respons terhadap kehebohan di dunia maya ini. Melalui akun resmi mereka, pihak perusahaan menyatakan bahwa fenomena perseteruan terkait camilan tersebut merupakan hal yang sama sekali tidak mereka duga akan terjadi pada tahun 2026.

Dibalik Layar Konten Viral Oreo-gate

Di balik tingginya antusiasme warganet memperbincangkan kasus ini, sejumlah pihak mulai meragukan keaslian cerita yang dibagikan oleh akun Instagram @AshleighJamzon. Akun yang baru dibuat kurang dari sebulan lalu itu diketahui sering mengunggah berbagai drama obrolan grup yang dikemas menjadi lagu menggunakan aplikasi kecerdasan buatan Suno.

Direktur Media Psychology Research Center Pamela Rutledge menilai bahwa fenomena Oreo-gate memiliki seluruh elemen yang sangat disukai oleh algoritma media sosial. "Oreo-gate memiliki semua ciri konten viral yang baik, mulai dari taruhan rendah, tingkat keterkaitan tinggi, konflik yang meningkat, hingga pahlawan serta penjahat yang teridentifikasi jelas," ujar Rutledge.

Lebih lanjut, Rutledge menjelaskan bahwa perdebatan ini bukan sekadar membahas merek biskuit tertentu, melainkan cerminan dari pertempuran identitas pola asuh di era digital. Isu mengenai pembatasan makanan di lingkungan sekolah kerap menjadi topik sensitif yang memicu perdebatan panjang di ruang publik.

Pada akhirnya, terlepas dari benar atau tidaknya kisah nyata di balik perseteruan tersebut, warganet tetap antusias memperdebatkannya sebagai ajang menunjukkan nilai-nilai pengasuhan anak yang mereka anut. Perhatian publik terbukti lebih terfokus pada diskursus sosial yang terjadi ketimbang kebenaran figur anak di dalam cerita.

Topics
oreo-gate viral media sosial sekolah parenting anak internet tren
Jurnalis & Analis

Septy Nusaira Gehntari adalah jurnalis yang memiliki ketajaman analisis dalam berbagai isu. Ia dikenal dengan pendekatan humanis dalam menulis dan kemampuannya menyajikan berita kompleks menjadi mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.