Berdasarkan laporan media, otoritas kesehatan mengonfirmasi adanya kemunculan kasus infeksi virus Demam Nilo Barat di berbagai wilayah, yang memicu kekhawatiran publik akan potensi penyebarannya.
Sebagaimana diwartakan oleh para peneliti dari Universidade Federal de São Paulo, penyakit yang disebabkan oleh Orthoflavivirus nilense ini sejatinya telah bersirkulasi selama hampir dua dekade, namun kerap luput dari perhatian medis karena gejalanya yang mirip dengan penyakit lain.
Menurut keterangan ahli, sebagian besar orang yang terinfeksi oleh gigitan nyamuk genus Culex tidak menunjukkan gejala apa pun, sementara sebagian kecil lainnya mengalami demam serta nyeri tubuh yang mudah dikira sebagai infeksi dengue.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi ini dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan komplikasi serius seperti ensefalitis atau meningitis, terutama pada kelompok lanjut usia.
Mengutip penjelasan dari pakar kesehatan, manusia merupakan inang terminal atau kebetulan dalam siklus penularan ini, sehingga wabah massal seperti demam berdarah dipastikan tidak akan terjadi dari manusia ke manusia.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan melalui penggunaan pengusap nyamuk, pemasangan kawat kasa pada jendela, serta perbaikan sistem sanitasi lingkungan demi menekan populasi nyamuk pembawa.