Festival Film Cannes ke-71 resmi diselenggarakan dari 8 hingga 19 Mei 2018 dengan aktris asal Australia Cate Blanchett bertindak sebagai presiden juri untuk kompetisi utama. Sebanyak 21 film terpilih bersaing ketat memperebutkan penghargaan tertinggi dalam ajang sinema internasional yang bertempat di kota pesisir Prancis tersebut.
Sutradara asal Jepang Hirokazu Kore-eda berhasil membawa pulang piala Palme d'Or lewat film drama karyanya yang berjudul Shoplifters. Kemenangan tersebut menjadi momen bersejarah karena menandai pencapaian pertama bagi Jepang dalam meraih penghargaan tertinggi di Cannes setelah lebih dari dua dekade.
Ajang bergengsi ini dibuka secara resmi melalui pemutaran film Everybody Knows garapan sutradara Asghar Farhadi. Sementara itu, penutupan festival ditandai dengan penayangan film The Man Who Killed Don Quixote karya sutradara Terry Gilliam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain perayaan sinema, penyelenggaraan tahun 2018 diwarnai dinamika industri termasuk aksi boikot layanan streaming Netflix setelah adanya aturan pelarangan film platform tersebut untuk berkompetisi. Kebijakan itu memicu perdebatan luas di kalangan sineas mengenai masa depan distribusi film global.
Isu Kesetaraan Gender dan Protes di Karpet Merah
Isu kesetaraan gender mendominasi perbincangan publik selama penyelenggaraan festival setelah ketua juri Cate Blanchett menyuarakan pentingnya representasi yang adil di industri film. Perjuangan tersebut melibatkan 82 profesional perfilman perempuan yang melakukan aksi demonstrasi di atas karpet merah untuk menuntut diakhirinya kesenjangan upah.
Pihak penyelenggara merespons tuntutan keamanan dengan meluncurkan layanan darurat khusus pelecehan seksual bekerja sama dengan Kementerian Kesetaraan Gender Prancis. Langkah ini memberikan ruang aman bagi para korban untuk melaporkan insiden kekerasan atau pelecehan selama acara berlangsung.
Sutradara asal Denmark Lars von Trier turut mencuri perhatian publik lewat kembalinya dia ke ajang Cannes membawa film The House That Jack Built. Kehadiran tersebut sempat menjadi sorotan mengingat status sebelumnya yang sempat dideklarasikan sebagai persona non grata pada festival tahun 2011.
Rangkaian acara ditutup dengan apresiasi terhadap berbagai karya lintas genre dari seluruh penjuru dunia yang menegaskan posisi Cannes sebagai barometer utama perkembangan perfilman internasional.