Dikutip dari laporan O Brasilianista yang ditulis oleh Andrey GuimarĂ£es Duarte pada 17 Juni 2026, perdebatan mengenai apakah suatu profesi akan punah akibat teknologi kerap terjebak dalam dikotomi yang keliru. Setiap kali teknologi baru muncul, pertanyaan klasik selalu berulang dengan nada seolah-olah fenomena tersebut baru pertama kali terjadi.
Menurut analisis tersebut, kekeliruan utama dalam diskusi publik terletak pada kegagalan membedakan tiga elemen penting dari sebuah profesi, yaitu fungsi atau kebutuhan masyarakat, jumlah posisi pekerjaan, serta volume tenaga manusia yang dibutuhkan untuk setiap unit layanan. Ketika teknologi berkembang, fungsi tersebut tetap hidup dan bahkan bertumbuh, namun jumlah orang yang bisa diserap menjadi jauh lebih sedikit dari sebelumnya.
Sebagaimana diwartakan, gelombang otomatisasi masa lalu berbeda dengan disrupsi teknologi saat ini. Di masa lalu, komputer atau mesin Anjungan Tunai Mandiri berperan sebagai alat bantu bagi pekerja sehingga mereka dapat beralih ke tugas lain dan jumlah tenaga kerja terkadang justru bertambah. Sebaliknya, inovasi saat ini memotong langsung jalur manusia karena aplikasi dan kecerdasan buatan langsung melayani konsumen secara mandiri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeFenomena ini terlihat jelas dalam berbagai sektor kehidupan sehari-hari, mulai dari aplikasi perbankan digital, mesin pembayaran mandiri di supermarket, hingga platform reservasi online yang menggantikan peran agen perjalanan konvensional. "Profesi tidak mati, tetapi ia muat dalam lebih sedikit orang," ungkap ulasan tersebut, menegaskan bahwa masalah utamanya bukanlah kepunahan profesi melainkan menyusutnya kapasitas penyerapan tenaga kerja.