Berdasarkan laporan media internasional, rencana ambisius pembangunan taman bermain bertema Dragon Ball di kawasan Val-d’Oise, Prancis, mendadak menuai sorotan tajam publik usai terbentur masalah perizinan resmi dari pihak pemegang hak cipta.
Sebagaimana diwartakan, proyek mega kompleks rekreasi yang digadang-gadang menghadirkan petualangan Son Goku ini sebelumnya diumumkan menyusul lawatan pangeran Arab Saudi ke Prancis.
Meskipun Presiden Emmanuel Macron sempat menyinggung tema manga secara umum dalam pengumumannya, pejabat regional Valérie Pécresse secara terbuka menyebutkan bahwa karakter legendaris Son Goku akan segera memiliki taman hiburan sendiri di wilayah tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, harian Le Monde melaporkan bahwa proyek bernilai fantastis tersebut ternyata belum mendapatkan lampu hijau ataupun kesepakatan resmi dari studio animasi Jepang, Toei Animation, selaku pemilik lisensi utama.
Menanggapi kabar yang beredar luas, pihak Toei Animation menegaskan melalui keterangan tertulis bahwa mereka sama sekali belum memberikan otorisasi apa pun terkait pembangunan taman bermain bertema Dragon Ball di Prancis.
"Toei Animation dan para pemegang hak cipta tidak pernah memberikan otorisasi apa pun terkait hal ini, dan kami tidak mengetahui adanya fakta atau perjanjian semacam itu," demikian bunyi pernyataan resmi dari pihak studio animasi tersebut sebagaimana dikutip dari laporan media.
Proyek pembangunan kawasan rekreasi raksasa ini sendiri didanai oleh Qiddiya Investment Company (QIC), sebuah perusahaan yang berada di bawah naungan dana kekayaan negara Arab Saudi.
Mengutip laporan yang sama, investasi fantastis senilai enam miliar euro telah disiapkan untuk membangun tiga taman hiburan terpadu di kawasan Cergy-Pontoise, terletak sekitar 35 kilometer di sebelah barat laut Paris.
Selain fasilitas hiburan, kompleks megah tersebut direncanakan akan mencakup berbagai infrastruktur pendukung mulai dari akomodasi penginapan, pusat olahraga, hingga kawasan hunian sosial dan perumahan pelajar.
Di sisi lain, para pengamat tata kota dan industri pariwisata menilai bahwa pengumuman proyek berskala besar sering kali dibarengi dengan ekspektasi tinggi yang bentuk akhirnya masih dapat berubah seiring berjalannya waktu.
"Dengan kucuran dana enam miliar, investasi awalnya tentu sangat masif," ujar Vincent Philippe selaku pendiri platform pengamat perkotaan Funfair City.
Kendati proyek ini digadang-gadang mampu menyerap hingga 22.000 lapangan pekerjaan langsung, pihak pengembang masih harus menyelesaikan berbagai hambatan legalitas dan negosiasi lisensi internasional agar impian kehadiran dunia Dragon Ball di tanah Eropa dapat benar-benar terwujud.