Berdasarkan laporan media Correio Braziliense, Coordenadoria da Mulher em Situação de Violência Doméstica e Familiar do Distrito Federal do Tribunal de Justiça do Distrito Federal atau TJDFT memberikan klarifikasi resmi terkait kasus pembunuhan tragis yang menimpa Jussiara Ferreira dos Santos yang berusia 42 tahun di Samambaia Sul. Pihak pengadilan menjelaskan bahwa korban tidak memiliki perintah perlindungan atau medida protetiva yang aktif terhadap mantan pasangannya saat insiden mematikan tersebut terjadi.
Sebagaimana diwartakan, catatan yudisial menunjukkan bahwa pengadilan sempat menerbitkan perintah perlindungan darurat bagi Jussiara pada tahun 2019 silam setelah ia melaporkan adanya ancaman dari sang mantan kekasih. Kendati demikian, prosedur kriminal tersebut kemudian diarsipkan dan perintah perlindungan itu dicabut secara hukum, serta tidak ditemukan adanya permohonan atau catatan kepolisian baru yang melibatkan korban dan pelaku setelah periode tersebut.
Tragedi berdarah ini terjadi ketika Jussiara ditikam oleh mantan suaminya, João Alberto Mesquita da Silva yang berusia 44 tahun, di kawasan QR 504 Samambaia. Mengutip penyelidikan kepolisian, aksi keji tersebut semakin memilukan karena melibatkan Gisele Moreira yang berusia 44 tahun, seorang wanita yang dikenal sebagai teman sekaligus rekan satu tempat tinggal korban.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePihak kepolisian mengungkapkan bahwa penyerangan tersebut bermula dari penolakan korban saat dimintai uang oleh para pelaku yang tinggal bersama dalam satu kitnet. Dalam keterangannya kepada media, kepolisian membeberkan bahwa sang teman wanita memulai serangan pertama menggunakan pisau sebelum akhirnya membantu pelaku utama melumpuhkan korban secara keji.
Meskipun mengalami luka parah hingga organ tubuhnya terpapar akibat tusukan yang mengenai bagian usus, Jussiara sempat berjuang dengan sisa tenaganya untuk berjalan mencari pertolongan ke rumah keluarga terdekatnya. Korban sempat menjalani tindakan medis darurat di rumah sakit setempat sebelum akhirnya nyawanya tidak tertolong, meninggalkan duka mendalam serta tuntutan keadilan yang disuarakan oleh pihak keluarga di media sosial.