Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Fenomena Unik Gen Z Gunakan Slang...
TEKNOLOGI

Fenomena Unik Gen Z Gunakan Slang Religius dalam Tren Media Sosial

By Septy Nusaira Gehntari 2 min read 2 September 2026
Gen Z ramai gunakan slang religius di media sosial

Gen Z ramai gunakan slang religius di media sosial

Generasi Z atau Gen Z ramai menggunakan slang bernuansa religius dan biblikal dalam percakapan sehari-hari di internet meskipun demografi kelompok usia ini dikenal kurang aktif secara keagamaan dibanding generasi sebelumnya.

Penggunaan istilah seperti nafsu, keserakahan, hingga kerakusan kian marak ditemukan di berbagai platform media sosial, mulai dari acara realitas televisi seperti Love Island USA hingga meme candaan di TikTok.

Kreator konten gaya hidup Joelle Park menyatakan bahwa tren penggunaan bahasa kuno atau formal tersebut sering kali dimanfaatkan oleh anak muda sebagai bentuk hiperbola untuk mempertegas suatu cerita dalam interaksi daring.

Kendati banyak digunakan sebagai lelucon ringan, kemunculan istilah-istilah keagamaan tersebut memicu perdebatan mengenai pergeseran budaya digital yang semakin sarat dengan unsur penghakiman moral.

Dampak Budaya Penghakiman Moral di Ruang Digital

Asisten profesor studi media CUNY Queens College Jamie Cohen menilai bahwa ungkapan-ungkapan tersebut kerap berfungsi ganda secara ironis sekaligus serius ketika netizen melontarkan penilaian terhadap perilaku orang lain.

Maraknya penggunaan bahasa moralitas di dunia maya dinilai mencerminkan meningkatnya kecenderungan netizen untuk menghakimi tindakan sesama pengguna berdasarkan jejak digital yang terekam.

Fenomena tersebut tampak jelas dalam berbagai kasus viral di internet, di mana para warganet kerap bertindak sebagai pihak yang menghakimi pelanggaran etika yang dilakukan oleh figur publik maupun orang biasa.

Joelle Park menambahkan bahwa penggunaan bahasa biblikal untuk tujuan mempermalukan orang lain sering kali mengabaikan nilai-nilai penebusan dosa atau pengampunan yang semestinya menyertai ajaran agama.

Para pengamat berpendapat bahwa meskipun pelabelan moral secara bercanda pada hewan peliharaan atau makanan tidak berbahaya, kebiasaan menghakimi secara online dapat membentuk cara pandang generasi muda terhadap dunia.

Eskalasi bahasa moralitas yang masif di media sosial menunjukkan bagaimana budaya digital masa kini mengubah momen-momen spontan menjadi panggung penghakiman publik yang masif.

Topics
gen z media sosial slang tren internet budaya digital moralitas teknologi masyarakat
Jurnalis & Analis

Septy Nusaira Gehntari adalah jurnalis yang memiliki ketajaman analisis dalam berbagai isu. Ia dikenal dengan pendekatan humanis dalam menulis dan kemampuannya menyajikan berita kompleks menjadi mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.