Menemukan kembali cita rasa kuliner rumahan yang autentik kini semakin mudah berkat perkembangan berbagai usaha mikro di daerah. Sebagaimana diwartakan, Kedai Latifah hadir sebagai salah satu inisiatif kuliner yang konsisten memanjakan lidah para penikmat jajanan tradisional.
Berdasarkan laporan media online, bisnis kuliner ini berawal dari sebuah dapur sederhana yang didorong oleh kerinduan mendalam akan kelezatan hidangan buatan keluarga. Usaha tersebut dirintis pertama kali pada tahun 2019 sebelum akhirnya kembali bangkit dengan variasi menu yang lebih kaya.
Pengelola Kedai Latifah, Nibaas Faadiyah Suhana, mengungkapkan bahwa kunci utama ketahanan usahanya terletak pada komitmen menjaga standar kebersihan dan kehigienisan produk. "Untuk kualitas sendiri, kita sangat menjaga kebersihan, kerapian, dan kehigienisan dari setiap produk yang kita buat," ujarnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip keterangan dari pengelola, proses pengolahan makanan dilakukan secara cermat agar hidangan mampu bertahan lebih lama di suhu ruang tanpa mengurangi kelezatannya. Pilihan bahan baku yang digunakan pun selalu mengutamakan kualitas tinggi demi kepuasan pelanggan setia.
Dalam hal legalitas, Kedai Latifah menunjukkan keseriusan bisnisnya dengan telah mengantongi Nomor Induk Berusaha serta tengah memproses sertifikasi halal. Langkah ini diambil untuk memberikan ketenangan serta rasa aman bagi seluruh konsumen dari berbagai kalangan usia.
Perkembangan bisnis ini turut didukung oleh program pendampingan dari BSI UMKM Center yang memberikan pelatihan serta memperluas jejaring sesama pelaku usaha. Melalui strategi pemasaran digital yang memanfaatkan media sosial, Kedai Latifah kini terus berinovasi untuk memperluas jangkauan pasar di masa mendatang.