Sebuah tempat usaha pangkas rambut atau barbershop bernama Most Valuable Barber di kawasan Dickson, Canberra, hancur menjadi arang setelah menjadi sasaran aksi pembakaran oleh orang tak dikenal pada Kamis pagi, 20 Agustus.
Berdasarkan laporan The Canberra Times, pemilik barbershop tersebut, Leo Leu, mengaku sangat terpukul karena musibah itu terjadi tepat sepekan sebelum ia merencanakan perayaan perpisahan untuk menutup tempat usahanya.
"Saya sempat mengira teman saya sedang bergurau ketika menelepon dan mengabarkan kedai saya terbakar," ujar Leu saat menceritakan detik-detik dirinya menerima kabar buruk tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRekaman kamera pengawas menunjukkan dua pelaku tak dikenal mendekati bagian depan toko sekitar pukul 03.00 pagi, memecahkan kaca, lalu menyiramkan cairan mudah terbakar sebelum akhirnya menyulut api.
Kebakaran hebat beserta sistem pemercik air otomatis di gedung tersebut meninggalkan kerusakan parah, menghanguskan berbagai kenangan berharga mulai dari artefak religius hingga memorabilia olahraga pemberian pelanggan setianya.
Meski tidak memiliki polis asuransi pada saat kejadian dan harus merelakan kenangan serta mata pencahariannya, Leu berusaha tetap tabah dan fokus menghidupi keluarganya di tengah masa-masa sulit.
Sebagai bentuk dukungan moral, seorang rekan dekat Leu kemudian berinisiatif menggalang dana secara online untuk membantu meringankan beban keluarga korban yang dikenal sangat dermawan tersebut.