Mantan bartender Stephanie Ridgway membagikan 5 tanda bar buruk yang harus diwaspadai pengunjung sebelum memutuskan untuk menghabiskan waktu di tempat hiburan malam. Berbekal pengalaman bekerja di berbagai bar hingga menjadi direktur advokasi merek untuk Charles Jacquin et Cie, ia mengenali kebiasaan buruk tempat minum.
"Saya sudah mendatangi banyak bar, mulai dari kedai biasa hingga lounge koktail kelas atas," ujar Ridgway menguraikan pengalamannya. Dari kunjungan tersebut, ia mengembangkan kepekaan khusus untuk membedakan tempat berkualitas dari yang mengecewakan.
Peringatan pertama yang ia soroti adalah kebersihan bar yang buruk, terutama ketika suasana tempat tersebut sedang sepi pengunjung. Meja lengket, handuk kotor di konter, dan gelas kusam menunjukkan staf tidak bangga dengan tempat kerjanya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeIa menambahkan bahwa industri perhotelan memiliki prinsip pembersihan mandiri selama waktu luang. Jika sebuah bar tampak kotor di tengah hari yang sepi, pengunjung disarankan mencari tempat lain yang lebih terjaga kebersihannya.
Deretan Tanda Peringatan Lain di Bar Buruk
Selain kebersihan, penggunaan koktail siap saji atau batched cocktails secara berlebihan turut mengurangi nilai pengalaman pelanggan. Minuman segar yang diracik langsung memberikan visual dan sensasi hiburan tersendiri bagi para pengunjung.
Karyawan yang terlihat mabuk saat bertugas menjadi tanda bahaya mutlak yang harus dihindari oleh setiap pengunjung bar. Batas profesionalitas harus dijaga meskipun pekerja berada di lingkungan yang dikelilingi oleh berbagai jenis minuman beralkohol.
"Saya tidak pergi ke bar untuk dilayani oleh seseorang yang tidak sepenuhnya menguasai kesadaran mereka," kata Ridgway menegaskan pentingnya profesionalisme kerja.
Sikap pelayan yang meremehkan pesanan pelanggan juga menjadi alasan kuat untuk tidak pernah kembali ke tempat tersebut. Pelanggan berhak mendapatkan pelayanan ramah sepadan dengan uang yang mereka keluarkan untuk membeli minuman.
Terakhir, kualitas roh atau spirits murah di rak belakang bar bertarif mahal mencerminkan manajemen buruk. Manajer semestinya bisa memilih merek alternatif terjangkau tanpa harus mengorbankan kualitas rasa dari minuman koktail yang disajikan.
Dengan mengenali berbagai ciri tersebut, pengunjung dapat terhindar dari pengalaman buruk dan menikmati malam dengan lebih menyenangkan di tempat berkualitas.