Nancy Grace Roman Space Telescope resmi meluncur ke angkasa menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy untuk memulai perjalanan panjang menuju orbit tujuannya. Berdasarkan laporan Space, teleskop andalan badan antariksa Amerika Serikat tersebut dirancang khusus guna menemukan ribuan eksoplanet baru sekaligus meneliti misteri besar energi gelap dan materi gelap.
Berdasarkan penjelasan resmi lembaga antariksa tersebut, observatorium canggih dengan panjang 12,7 meter ini tidak akan menetap di orbit Bumi, melainkan terbang menuju titik Sun-Earth Lagrange Point 2 sejauh 1,5 juta kilometer. Pemilihan lokasi strategis tersebut bertujuan menjaga stabilitas termal instrumen serta memaksimalkan kemampuan pengamatan luar angkasa secara optimal.
Menurut jadwal yang telah dirancang, perjalanan menuju titik L2 memerlukan waktu sekitar 30 hari sebelum memasuki tahap uji sistem atau commissioning instrumen sains. Tim ilmuwan akan menguji kamera inframerah 300 megapiksel serta teknologi coronagraph untuk memastikan seluruh perangkat berfungsi dengan sempurna sebelum memulai misi ilmiah penuh.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis pengamat astronomi, teleskop canggih ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada awal tahun 2027 dengan masa misi utama selama lima tahun. Kehadiran fasilitas mutakhir tersebut diharapkan mampu melampaui pencapaian observatorium sebelumnya dalam memperluas pemahaman umat manusia tentang evolusi alam semesta.