Nancy Grace Roman Space Telescope milik NASA memulai perjalanan sejauh satu juta mil menuju orbit akhir untuk menguak berbagai rahasia terdalam alam semesta. Berdasarkan laporan media internasional, teleskop luar angkasa bernilai USD 4 miliar tersebut meluncur mulus menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy dari Kennedy Space Center di Florida.
Berdasarkan analisis Kabayan News, misi ambisius ini memadukan sudut pandang panorama luas serta ketajaman inframerah tingkat tinggi untuk memetakan sejarah kosmik. Para astronom memanfaatkan teknologi tersebut guna mendalami eksistensi materi gelap, energi gelap, serta pencarian exoplanet di luar tata surya kita.
Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan bahwa keberhasilan peluncuran tepat waktu dan sesuai anggaran ini merupakan buah dedikasi panjang para pekerja badan antariksa bersama mitra industri. "Roman memberikan atlas baru alam semesta, mendobrak batas penemuan, dan membuktikan pencapaian luar biasa dari program antariksa Amerika Serikat," ujarnya dikutip dari rilis resmi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTim pengendali darurat di Goddard Space Flight Center, Maryland, mulai menerima data telemetri tepat tujuh menit setelah peluncuran dilakukan. Pemisahan observatorium dari roket pengangkut berjalan sempurna pada menit ke-31, diikuti pengembangan panel surya serta pelindung matahari instrumen satu jam berikutnya.
Teleskop ini memiliki kamera inframerah Wide Field Instrument berkekuatan 300 megapiksel yang mampu memindai langit seribu kali lebih cepat daripada Teleskop Luar Angkasa Hubble. Pengujian instrumen dan kalibrasi dijadwalkan berlangsung selama masa komisioning tiga bulan sebelum NASA merilis foto-foto kosmik perdana pada awal 2027.