Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Pendapatan DeepSeek Melonjak 10 Kali...
TEKNOLOGI

Pendapatan DeepSeek Melonjak 10 Kali Lipat dan Incar Dana Rp116 T

By Tomi Ali 2 min read 30 Agustus 2026
DeepSeek incar dana USD 7 miliar seiring lonjakan pendapatan

DeepSeek incar dana USD 7 miliar seiring lonjakan pendapatan

Laboratorium kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, mencatatkan lonjakan pendapatan hingga sekitar sepuluh kali lipat sejak 2025 dengan meraup sekitar 475 juta yuan atau setara USD 70,7 juta dalam tujuh bulan pertama tahun ini. Berdasarkan laporan yang bersumber dari narasumber anonim, angka tersebut melonjak drastis dibandingkan total perolehan pendapatan sepanjang tahun sebelumnya.

Perusahaan mencatatkan rugi bersih sekitar 715 juta yuan atau USD 106 juta pada periode Januari hingga Juli, turun dari angka kerugian sebesar 935 juta yuan atau USD 139 juta pada keseluruhan tahun 2025. DeepSeek kini tengah melakukan pembicaraan dengan para investor untuk menggelar putaran pendanaan yang membidik perolehan 50 miliar yuan atau sekitar USD 7,4 miliar pada valuasi 500 miliar yuan atau USD 74,4 miliar.

Meskipun perolehan pendapatan DeepSeek masih jauh di bawah perusahaan seperti OpenAI, laba kotor perusahaan tetap berada di level yang sehat berkat kemampuannya menekan biaya operasional model. Efisiensi infrastruktur kecerdasan buatan tersebut memungkinkan sistem AI menjalankan berbagai tugas dengan penggunaan cip yang lebih sedikit.

Marjin laba kotor DeepSeek untuk periode tujuh bulan pertama tahun 2026 tercatat berada di angka 44,6 persen, sementara marjin laba kotor dari penjualan akses model melalui API mencapai 82,9 persen. Di sisi lain, OpenAI mencatatkan pendapatan USD 5,7 miliar dengan marjin laba kotor 39 persen pada kuartal pertama, sedangkan Anthropic menghasilkan pendapatan USD 11,5 miliar pada kuartal kedua.

Pengeluaran Infrastruktur AI Melonjak dan Persaingan Agen Otomatis

Pengeluaran DeepSeek juga mengalami peningkatan pesat meskipun nilainya masih jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan laboratorium AI di Amerika Serikat. Perusahaan menghabiskan sekitar 11 miliar yuan atau setara USD 1,6 miliar untuk biaya yang berkaitan dengan infrastruktur AI dalam tujuh bulan pertama tahun ini.

Angka pengeluaran tersebut menunjukkan lonjakan hampir sepuluh kali lipat dibandingkan tahun 2025, di mana perusahaan menggelontorkan dana sekitar 1,2 miliar yuan atau USD 178 juta. DeepSeek pertama kali mencuri perhatian global tahun lalu ketika meluncurkan model AI yang menawarkan performa sebanding dengan rival asal Amerika Serikat menggunakan jauh lebih sedikit cip Nvidia.

Perusahaan kini dikabarkan tengah membangun tim khusus untuk menyaingi produk Claude Code milik Anthropic di pasar agen kecerdasan buatan yang mengotomatisasi tugas bagi para profesional bisnis. Langkah ekspansi ini menegaskan ambisi perusahaan untuk terus memperkuat posisi kompetitifnya di kancah teknologi global.

Peningkatan investasi infrastruktur dan pengembangan produk baru menunjukkan bahwa perseroan agresif memperluas kapasitas operasional di tengah pertumbuhan pasar kecerdasan buatan yang sangat kompetitif. Manajemen terus mengoptimalkan efisiensi biaya untuk menjaga margin keuntungan di tengah ekspansi bisnis yang masif.

Topics
deepseek kecerdasan buatan pendanaan ai openai anthropic teknologi inovasi bisnis ai
Jurnalis Teknologi & Gaya Hidup

Tomi Ali adalah jurnalis yang menggabungkan ketertarikannya pada teknologi dan gaya hidup. Ia mengulas perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta tren gaya hidup modern dengan gaya penulisan yang segar dan mudah diakses oleh pembaca awam maupun profesional.