Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Profil Kota Tasikmalaya, Sentra UKM...
TEKNOLOGI

Profil Kota Tasikmalaya, Sentra UKM dan Mutiara Priangan Timur

By Tomi Ali 3 min read 1 September 2026
Kota Tasikmalaya di Jawa Barat berkembang sebagai pusat kerajinan UKM dan pendidikan

Kota Tasikmalaya di Jawa Barat berkembang sebagai pusat kerajinan UKM dan pendidikan

Kota Tasikmalaya merupakan daerah otonom di Provinsi Jawa Barat yang mendapat julukan sebagai Kota Mutiara dari Priangan Timur. Berdasarkan data kependudukan pertengahan tahun 2024, jumlah total penduduk kota ini mencapai 761.080 jiwa dengan tingkat kepadatan sebesar 4.400 jiwa per km persegi. Wilayah administratifnya terbagi menjadi 10 kecamatan dan 69 kelurahan dengan luas daratan mencapai 171,61 km persegi.

Sejarah pembentukan wilayah ini bermula dari status kota administratif pada tahun 1976 di bawah kepemimpinan Bupati A. Bunyamin melalui Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1976. Statusnya kemudian resmi meningkat menjadi kota otonom pada 17 Oktober 2001 melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2001 bersama sejumlah daerah otonom baru lainnya di Indonesia, dengan pelantikan penjabat wali kota pertama dilaksanakan di Gedung Sate Bandung.

Perekonomian di Kota Tasikmalaya didukung oleh sektor perdagangan, jasa, serta industri kecil dan menengah (UKM) yang mencakup hampir 70 persen pusat bisnis di wilayah Priangan Timur. Berbagai produk kerajinan khas seperti bordir Tasikmalaya, Payung Geulis, kelom geulis, hingga batik lokal mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Potensi ekonomi kreatif ini menjadikan Tasikmalaya sebagai salah satu pusat UKM terbesar di Jawa Barat setelah kawasan Bandung Raya.

Sektor pendidikan di kota ini juga berkembang pesat dan menempati posisi ketiga terbesar di Jawa Barat setelah Bandung dan Bogor. Kehadiran berbagai institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Siliwangi yang menjadi perguruan tinggi negeri terbesar di Karesidenan Priangan Timur, serta Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya, memperkuat posisi kota ini sebagai pusat rujukan pendidikan berkualitas.

Pemerintahan dan Fasilitas Transportasi Kota Tasikmalaya

Pemerintahan Kota Tasikmalaya saat ini dipimpin oleh pasangan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Raden Dicky Candranegara yang dilantik pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan periode mendatang. Penyelenggaraan roda pemerintahan didukung oleh struktur legislatif DPRD Kota Tasikmalaya yang terdiri dari 45 anggota dari berbagai partai politik.

Posisi geografis Kota Tasikmalaya sangat strategis karena berada di jalur utama selatan Pulau Jawa yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kota Surabaya. Peran sebagai simpul transportasi regional didukung oleh keberadaan Terminal Tipe A Indihiang sebagai salah satu terminal bus terbesar di Jawa Barat, Stasiun Tasikmalaya untuk jalur kereta api antarkota, serta Bandar Udara Wiriadinata.

Infrastruktur penunjang pariwisata dan aktivitas publik di kota ini mencakup kawasan rekreasi alam seperti Situ Gede dan Gunung Galunggung yang ditata menarik bagi kunjungan wisatawan. Selain itu, penyelenggaraan agenda tahunan seperti festival budaya dan kuliner secara rutin mendatangkan ribuan pengunjung dari berbagai daerah untuk menikmati pesona kearifan lokal Sunda.

Perkembangan fasilitas kesehatan dan fasilitas olahraga seperti Gelanggang Olahraga Dadaha turut menunjang aktivitas masyarakat serta pembinaan bibit atlet potensial di berbagai cabang olahraga. Dengan kombinasi potensi ekonomi, pariwisata, dan letak geografis yang strategis, Kota Tasikmalaya terus memantapkan posisinya sebagai pusat pertumbuhan utama di wilayah selatan Jawa Barat.

Topics
kota tasikmalaya jawa barat sentra ukm sejarah tasikmalaya universitas siliwangi pariwisata tasikmalaya transportasi tasikmalaya pemerintahan tasikmalaya
Jurnalis Teknologi & Gaya Hidup

Tomi Ali adalah jurnalis yang menggabungkan ketertarikannya pada teknologi dan gaya hidup. Ia mengulas perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta tren gaya hidup modern dengan gaya penulisan yang segar dan mudah diakses oleh pembaca awam maupun profesional.