Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Profil Perangkat Lunak Bebas dan...
TEKNOLOGI

Profil Perangkat Lunak Bebas dan Sumber Terbuka FOSS dan Sejarahnya

By Tomi Ali 3 min read 9 September 2026
Free and open-source software memberikan kebebasan penuh bagi pengguna untuk menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikan kode sumber perangkat lunak

Free and open-source software memberikan kebebasan penuh bagi pengguna untuk menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikan kode sumber perangkat lunak

Perangkat lunak bebas dan sumber terbuka atau Free and Open-Source Software (FOSS) merupakan istilah payung yang mencakup perangkat lunak bebas dan perangkat lunak sumber terbuka. Hak-hak yang dijamin oleh FOSS berakar dari Empat Kebebasan Esensial dari Definisi Perangkat Lunak Bebas serta kriteria dalam Definisi Sumber Terbuka. Seluruh FOSS memiliki kode sumber yang tersedia untuk umum, menjadikannya kebalikan dari perangkat lunak berpemilik yang lisensinya restriktif.

Prekursor historis dari FOSS adalah ekosistem perangkat lunak domain publik yang bersifat akademis dan hobiis dari era 1960-an hingga 1980-an. Sistem operasi bebas dan sumber terbuka seperti distribusi Linux dan turunan BSD saat ini banyak digunakan untuk mendukung jutaan server, komputer desktop, telepon cerdas, dan perangkat lainnya. Alasan penggunaan FOSS meliputi penurunan biaya perangkat lunak, peningkatan keamanan terhadap perangkat merusak, stabilitas, privasi, serta kontrol yang lebih besar bagi pengguna.

Gerakan perangkat lunak bebas dan gerakan perangkat lunak sumber terbuka merupakan gerakan sosial daring di balik produksi, adopsi, dan promosi FOSS yang luas. Meskipun gerakan-gerakan ini berbagi perspektif filosofis dasar dan berkolaborasi secara praktis, keduanya dapat memiliki perbedaan dalam pertanyaan-pertanyaan rinci. Istilah FOSS diciptakan untuk menjadi wadah yang netral terhadap perdebatan filosofis tersebut.

Dalam lanskap teknologi modern, adopsi FOSS telah meluas hingga ke dunia korporat setelah melalui berbagai resistensi awal. Perusahaan-perusahaan komersial membuktikan bahwa kesuksesan bisnis dapat berjalan berdampingan dengan prinsip-prinsip perangkat lunak bebas. Hal ini menjadikan FOSS sebagai salah satu pilar utama dalam inovasi teknologi global masa kini.

Sejarah Berdirinya Perusahaan

Pada dekade awal komputasi, khususnya dari tahun 1950-an hingga 1970-an, pengembangan perangkat lunak sebagian besar bersifat kolaboratif. Program-program komputer umumnya dibagikan dalam bentuk kode sumber di kalangan akademisi, peneliti, dan pengembang korporat. Sebagian besar perusahaan pada masa itu memperoleh pendapatan dari penjualan perangkat keras, sementara perangkat lunak didistribusikan secara bebas di sampingnya.

Memasuki akhir tahun 1960-an dan 1970-an, industri perangkat lunak yang mandiri mulai muncul dan perusahaan mulai menjual perangkat lunak sebagai produk terpisah. Pergeseran ini didorong oleh persaingan yang semakin ketat serta pengawasan antimonopoli pemerintah Amerika Serikat terhadap penjualan perangkat lunak yang digabungkan. Titik balik penting terjadi pada tahun 1980 ketika hukum hak cipta Amerika Serikat secara resmi diperluas untuk mencakup perangkat lunak komputer.

Sebagai respons terhadap meningkatnya pembatasan perangkat lunak, Richard Stallman meluncurkan Proyek GNU pada tahun 1983 di MIT untuk memulihkan kebebasan pengguna. Yayasan Perangkat Lunak Bebas atau Free Software Foundation (FSF) kemudian didirikan pada tahun 1985 untuk mendukung misi tersebut. Manifesto GNU karya Stallman dan Empat Kebebasan Esensial menggarisbawahi pendirian etis gerakan ini yang menekankan kontrol pengguna atas perangkat lunak.

Rilis kernel Linux oleh Linus Torvalds pada tahun 1991 dan relisensinya di bawah Lisensi Publik Umum GNU menandai langkah besar menuju sistem operasi bebas yang lengkap. Untuk memperluas adopsi bisnis, sekelompok pengembang kemudian memperkenalkan istilah "Sumber Terbuka" dan mendirikan Inisiatif Sumber Terbuka pada tahun 1998. Organisasi ini didirikan untuk mempromosikan istilah baru tersebut dan menekankan manfaat pengembangan kolaboratif dibandingkan ideologi semata.

Perkembangan dan Inovasi

Pengguna FOSS mendapatkan manfaat dari Empat Kebebasan Esensial untuk menggunakan, mempelajari, menyalin, memodifikasi, dan mendistribusikan perangkat lunak secara tidak terbatas. Jika pengguna ingin mengubah fungsionalitas perangkat lunak, mereka dapat melakukan perubahan pada kode dan mendistribusikan versi modifikasi tersebut. Kolaborasi ini memungkinkan pengembangan perangkat lunak yang paling efisien untuk berbagai keperluan pengguna.

Produsen perangkat lunak tertutup terkadang ditekan untuk menyertakan pintu belakang atau fitur tersembunyi yang tidak diinginkan ke dalam produk mereka. Sebaliknya, pengguna FOSS dapat memeriksa dan memverifikasi kode sumber secara mandiri serta mengandalkan komunitas relawan yang transparan. Keterlibatan banyak orang ini membantu mengekspos bug dan kerentanan keamanan dengan lebih cepat dibandingkan sistem tertutup.

Meskipun FOSS menawarkan keunggulan teknis dan stabilitas, beberapa proyek terkadang memiliki lebih banyak bug yang belum diperbaiki atau fitur yang hilang jika dibandingkan dengan perangkat lunak komersial tertentu. Hambatan umum dalam pengembangan FOSS meliputi kurangnya akses ke standar resmi tertentu karena biaya royalti yang mahal atau perjanjian kerahasiaan yang mengikat. Kendati demikian, peningkatan pada FOSS dapat dilakukan oleh siapa saja yang memiliki motivasi, waktu, dan keterampilan yang memadai.

Kepastian sumber daya dan partisipasi dalam proyek FOSS sering kali lebih rendah dibandingkan perangkat lunak komersial yang didukung oleh perusahaan besar. Namun, perusahaan-perusahaan besar tetap mengandalkan dan turut serta mengembangkan perangkat lunak sumber terbuka karena keunggulan kolaboratifnya. Dinamika ini memastikan bahwa inovasi dalam ekosistem FOSS akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Topics
perangkat lunak teknologi open source foss sistem operasi
Jurnalis Teknologi & Gaya Hidup

Tomi Ali adalah jurnalis yang menggabungkan ketertarikannya pada teknologi dan gaya hidup. Ia mengulas perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta tren gaya hidup modern dengan gaya penulisan yang segar dan mudah diakses oleh pembaca awam maupun profesional.