Sebagaimana diwartakan, sejumlah pejalan kaki menyampaikan keluhan terkait kondisi fisik fasilitas pejalan kaki di kawasan Gasibu, Kota Bandung, Jawa Barat, yang dinilai tidak ramah pengguna karena dibangun terlalu tinggi.
Berdasarkan laporan media, perbedaan ketinggian antara badan jalan dan permukaan trotoar di Jalan Sentot Aliansyah-Suparapati tersebut mencapai tingkat lutut orang dewasa tanpa adanya undakan atau trap yang memadai.
Kondisi ini praktis menyulitkan warga, terutama para lanjut usia serta kelompok masyarakat dengan keterbatasan mobilitas, saat hendak mengakses fasilitas publik tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSeorang pejalan kaki bernama Bima mengungkapkan bahwa struktur trotoar yang menjulang tinggi membuat dirinya harus ekstra berhati-hati agar tidak tersandung atau terjatuh saat naik.
"Kalau tingginya seperti ini memang agak susah naiknya. Harus hati-hati supaya tidak tersandung atau jatuh," ujar Bima sebagaimana dikutip dari laporan Tribun Jabar.
Senada dengan Bima, warga lainnya bernama Bayu berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata dengan merancang akses naik dan turun yang lebih landai dan bertahap.
"Kalau ada undakan akan lebih mudah. Jangan langsung tinggi seperti ini dari jalan," tutur Bayu mengutarakan harapannya.
Menanggapi aduan publik yang ramai diperbincangkan ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung bergerak cepat dan mengakui bahwa desain ketinggian trotoar tersebut memang tidak ideal.
"Saya melihat memang terlalu tinggi dan saya sudah meminta Kepala PU untuk melakukan evaluasi dengan membuat undakan," tegas Dedi dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Dedi menekankan bahwa perbaikan ke depan tidak hanya berfokus pada pembuatan trap atau undakan bertahap, melainkan juga penyediaan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas.
"Dan dibuatkan jalur untuk penyandang disabilitas dengan satu catatan bahwa trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk pedagang, bukan untuk pemotor maupun pesepeda," pungkas Dedi sambil menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan warga.