Berdasarkan laporan dari The Canberra Times, puluhan pengatur lalu lintas yang bekerja pada proyek perluasan light rail di Canberra dikabarkan mengalami pemotongan upah yang merugikan mereka hingga lebih dari USD 20 per minggu.
Konstruksi proyek senilai USD 577 juta di pusat kota Canberra tersebut sebelumnya sempat terganggu pada bulan Agustus lalu setelah sertifikat Secure Local Jobs Code milik subkontraktor Altus Traffic Pty Ltd ditemukan telah kedaluwarsa.
Menurut keterangan dari Construction, Forestry and Maritime Employees Union (CFMEU), hingga 75 pekerja dirugikan oleh perusahaan tersebut karena slip gaji mereka menunjukkan tingkat upah per jam yang berada di bawah minimum penghargaan yang berlaku.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Altus Traffic telah mengatakan kepada warga Canberra bahwa mereka hanya layak mendapatkan standar minimum, namun mereka bahkan tidak dapat memberikan hal itu," ujar Asisten Sekretaris Cabang CFMEU ACT, Michael Hiscox, sebagaimana dikutip dari laporan media setempat.
Berdasarkan slip gaji pekerja lepas yang ditunjukkan kepada pihak serikat, tarif per jam yang dibayarkan adalah USD 35,22, padahal standar minimum penghargaan untuk posisi tersebut seharusnya mencapai USD 35,22 dengan komponen tambahan yang sesuai ketentuan.
Pihak CFMEU mendesak para pekerja yang terdampak agar segera memeriksa kembali slip gaji mereka serta menghubungi serikat pekerja dan Fair Work Ombudsman guna memproses pemulihan hak pendapatan yang hilang.
Sementara itu, pihak serikat juga telah melayangkan surat resmi kepada Canberra Metro agar segera melakukan audit menyeluruh terhadap kepatuhan hukum ketenagakerjaan serta meninjau ulang struktur pembayaran upah yang diberikan oleh Altus Traffic.