Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Stiker Kontroversial di Kursi Roda...
TEKNOLOGI

Stiker Kontroversial di Kursi Roda Lindsay Clancy, Dianggap Remehkan Sidang Pembunuhan

By Tomi Ali 2 min read 4 September 2026
Stiker kontroversial di kursi roda Lindsay Clancy menuai kecaman ahli hukum

Stiker kontroversial di kursi roda Lindsay Clancy menuai kecaman ahli hukum

Mengutip laporan media Daily Mail pada Jumat (4/9/2026), jalannya persidangan kasus pembunuhan yang menjerat Lindsay Clancy di Massachusetts diwarnai oleh sebuah detail kontroversial yang memicu perdebatan sengit di ruang sidang.

Sebuah stiker berwarna merah muda yang ditempel pada tempat minuman di kursi roda Clancy kedapatan memuat tulisan pagar #sidebah. Stiker tersebut merujuk pada pelafalan kata sidebar dengan aksen khas Boston oleh pengacara pembela, Kevin Reddington, yang kemudian menjadi meme viral di media sosial.

Para pendukung terdakwa berpendapat bahwa stiker tersebut hanyalah sebuah lelucon ringan dan bentuk dukungan kepada sang pengacara yang populer di kalangan simpatisan. Sebagaimana diwartakan, Reddington menjadi figur sentral yang menuai banyak pujian berkat gaya pembelaannya yang dinilai klasik.

Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh para praktisi hukum yang menilai tindakan tersebut sebagai sebuah perjudian besar bagi nasib terdakwa. Pakar hukum asal California, Neama Rahmani, menyatakan bahwa juri mengamati setiap gerak-gerik sekecil apa pun di dalam ruang pengadilan.

Senada dengan hal tersebut, pengacara asal Florida, Andrea Lewis, menyebut bahwa penempelan atribut berbau lelucon dalam persidangan kasus kematian tiga anak merupakan hal yang tidak pantas. Menurutnya, hal itu bisa memengaruhi persepsi juri yang menganggap terdakwa tidak bersikap serius.

Di tengah polemik stiker tersebut, proses musyawarah juri yang terdiri dari sembilan wanita dan tiga pria dilaporkan masih mengalami jalan buntu atau deadlock. Berdasarkan laporan, terdapat perbedaan suara yang cukup tajam di antara para anggota juri setelah puluhan jam berunding.

Lindsay Clancy sendiri didakwa atas pembunuhan ketiga anaknya menggunakan pita olahraga pada Januari 2023. Terdakwa mengakui perbuatannya namun bersikeras tidak bersalah karena mengalami gangguan mental berat berupa postpartum psychosis saat peristiwa itu terjadi.

Hingga saat ini, proses musyawarah penentuan vonis masih terus dilanjutkan di tengah ketegangan yang kian memuncak akibat perbedaan pandangan di antara para juri di ruang sidang.

Topics
lindsay clancy kasus hukum massachusetts kevin reddington persidangan postpartum psychosis amerika serikat
Jurnalis Teknologi & Gaya Hidup

Tomi Ali adalah jurnalis yang menggabungkan ketertarikannya pada teknologi dan gaya hidup. Ia mengulas perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta tren gaya hidup modern dengan gaya penulisan yang segar dan mudah diakses oleh pembaca awam maupun profesional.